Tujuan penelitian ini ialah : Untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Tolour masyarakat desa Telap dilihat berdasarkan Tingkatannya Untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa Tolour masyarakat desa Telap dilihat dari pemartkah kebahasaannya Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif Sumber data penelitian ini adalah informan : 1 Penutur asli bahasa Tolour; 2 Berusia 50 65 tahun; 3 Informan tidak terlalu lama meninggalkan tempat asal; 4 Memahami budaya Tolour Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah : Teknik Simak dan Cakap Semuka Kesantuanan memerintah yang tergolong sangat santun digunakan terhadap lawan tutur berusia lebih tua berstatus lebih tinggi dimarkahi oleh penggunaan TMTL Tindak Memeriktah Tidak Langsung yaitu menggunakan kata tanya toro : boleh yang diikuti kata sawa anu : tolong Kesantunan memerintah yang tergolong santun dimarkahi oleh Sawa anu : tolong yang diikuti TML tindak memerintah langsung Hasil penelitian menunjang Terhadap lawan tutur yang berusia sama atau lebih mudah dan berstatus lebih rendah dan berusia lebih mudah atau berstatus lebih rendah kesantunan memerintah yang tergolong sangat santun dimaknai oleh Sawa anu : tolong Kesantunan memerintah yang tergolong santun digunakan terhadap lawan tutur yang berusia sama atau bertataus sama dan berusia lebih mudah dan bertatus lebih rendah dimarkahi oleh penggunaan tindak TML Tindak Memerintah Langsung seperti doni : ambilkan Kesantunan menolak yang tergolong sangat santun digunakan terhadap lawan tutur yang berusia lebih tua atau berstatus lebih tinggi dimarkahi oleh maaf : maaf yang diikuti oleh TLTL Tindak Tutur Langsung Tidak Literal Kesantunan manakah yang tergolong santun digunakan terhadap lawan tutur yang berusia lebih tua atau berstatus lebih tinggi dimarkahi oleh makase : terima kasih : aku sibuk : saya sibuk : kawise mokan : lain waktu sebagai tindak tutur tidak literal TTL Kesantunan menolak yang tergolong sangat santun digunakan terhadap lawan tutur yang berusia sama atau berstatus sama dan berusia lebih mudah atau berstatus lebih rendah selain menggunakan maaf : maaf yang diikuti TLTL juga menggunakan tindak tutur tindak langsung TTL Kesantunan menolak yang tergolong santun dimarkahi oleh tindak tutur tidak literal seperti makase : terima kasih atau kawise mokan : lain waktu < p>