Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Seruan Boikot terhadap Keputusan Pembelian Konsumen melalui Citra Merek sebagai Variabel Intervening pada Produk Pepsodent pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Harahap, Nadya Viska; Syahreza , Dina Sarah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh seruan boikot terhadap keputusan pembelian melalui citra merek sebagai variabel intervening pada produk Pepsodent pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear dan uji mediasi (Sobel test) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seruan boikot berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 8,646 lebih besar dari t tabel 1,661 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Citra merek juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung sebesar 8,633 lebih besar dari t tabel 1,661 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, seruan boikot berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung sebesar 7,579 lebih besar dari t tabel 1,661 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa citra merek mampu memediasi pengaruh seruan boikot terhadap keputusan pembelian secara signifikan dengan nilai t hitung sebesar 4,051 dan probabilitas 0,00005 lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,494 menunjukkan bahwa variabel seruan boikot dan citra merek mampu menjelaskan 49,4% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
Pengaruh Brand Image dan Brand Trust Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Produk Kosmetik Pinkflash Pasca Insiden Penarikan Produk Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan Di E-Commerce Shopee Aulia, Dina; Syahreza , Dina Sarah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image dan brand trust terhadap keputusan pembelian ulang produk kosmetik Pinkflash pasca insiden penarikan produk pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan di e-commerce Shopee. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi aktif Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan angkatan 2022–2025 sebanyak 1.053 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan rumus Slovin, sehingga diperoleh sampel sebanyak 91 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang, yang berarti semakin baik citra merek maka semakin tinggi kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian ulang. Brand trust juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian ulang, yang menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen terhadap keamanan, kualitas, dan kredibilitas merek menjadi faktor penting dalam mendorong perilaku pembelian ulang. Secara simultan, brand image dan brand trust berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian ulang dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,620, yang berarti kedua variabel mampu menjelaskan 62% variasi keputusan pembelian ulang. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa perusahaan perlu menjaga citra merek dan membangun kepercayaan konsumen secara berkelanjutan, terutama pasca krisis, agar dapat mempertahankan loyalitas dan meningkatkan pembelian ulang konsumen