Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Transparasi: Kurangnya Komunikasi di Perusahaan PT Garuda Indonesia (Persero) Tentang Kisruh Lepkuei Garuda dan OJK Mengenai Analisis Laporan Keuangan Harmen, Hilma; Wati, Aprina; Ajwa, Isna Firdasari; Nurbani, Kharisma; Lubis, Melani Catherine M; Harahap, Nadya Viska; Simanullang, Richard Josua; Telaumbanua, Rizky Idaman
As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal Vol. 3 No. 2 (2024): As-Syirkah: Islamic Economic & Financial Journal 
Publisher : Ikatan Da'i Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56672/nc600s63

Abstract

This journal reveals issues at PT Garuda Indonesia (Persero) due to a lack of communication involving the Lapkeu Garuda turmoil, which implicates the OJK (Financial Services Authority), primarily stemming from miscommunication problems between the OJK and Garuda Indonesia's management. Insufficient communication adversely impacts the company's performance and results in inaccurate and non-transparent financial reporting. Utilizing a qualitative literature review method, this research investigates various relevant literature sources on the topic. The study aims to explore the significance of transparency concerning the communication deficit at PT Garuda Indonesia (Persero), particularly regarding the Lapkeui Garuda turmoil and the OJK's role in financial statement analysis. This journal provides practical implications, indicating that transparency in financial reporting is not only an obligation but also a long-term investment for sustainability and company growth. The company needs to enhance both internal and external communication and improve collaboration with regulators to ensure adequate transparency in financial information dissemination. Collaborative efforts will aid in restoring stakeholder trust, reducing reputation risks, and establishing a strong foundation for sustainable business growth.  
Pengaruh Seruan Boikot terhadap Keputusan Pembelian Konsumen melalui Citra Merek sebagai Variabel Intervening pada Produk Pepsodent pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Harahap, Nadya Viska; Syahreza , Dina Sarah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7200

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh seruan boikot terhadap keputusan pembelian melalui citra merek sebagai variabel intervening pada produk Pepsodent pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan dengan jumlah sampel sebanyak 97 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear dan uji mediasi (Sobel test) dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seruan boikot berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, yang ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 8,646 lebih besar dari t tabel 1,661 dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Citra merek juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung sebesar 8,633 lebih besar dari t tabel 1,661 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Selain itu, seruan boikot berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai t hitung sebesar 7,579 lebih besar dari t tabel 1,661 dan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hasil uji Sobel menunjukkan bahwa citra merek mampu memediasi pengaruh seruan boikot terhadap keputusan pembelian secara signifikan dengan nilai t hitung sebesar 4,051 dan probabilitas 0,00005 lebih kecil dari 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,494 menunjukkan bahwa variabel seruan boikot dan citra merek mampu menjelaskan 49,4% variasi keputusan pembelian, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.