Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efisiensi modal kerja, fluktuasi kurs rupiah, dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Efisiensi modal kerja diukur menggunakan Working Capital Turnover (WCT), fluktuasi kurs rupiah diukur dengan nilai tukar IDR/USD, ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural total aset (Ln Total Aset), dan profitabilitas diukur menggunakan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling dalam penentuan sampel penelitian. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan terlebih dahulu melakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas, dan uji autokorelasi. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji t untuk mengetahui pengaruh parsial masing-masing variabel independen terhadap profitabilitas, uji F untuk mengetahui pengaruh simultan, serta koefisien determinasi untuk mengukur kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Penelitian ini didasarkan pada Signalling Theory dan Agency Theory sebagai landasan teoritis. Fenomena yang menarik menunjukkan bahwa meskipun rupiah mengalami pelemahan sebesar 13,55% dari Rp14.853 menjadi Rp16.866 per USD, profitabilitas perusahaan justru meningkat sebesar 57,58% dari ROA 0,66% menjadi 1,04%. Peningkatan tersebut diduga dipengaruhi oleh efisiensi pengelolaan modal kerja dan pertumbuhan ukuran perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi manajemen perusahaan dalam merumuskan strategi pengelolaan modal kerja serta mengantisipasi risiko fluktuasi nilai tukar dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan.