Rizky Fadillah Fadillah
STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FENOMENA GERHANA DALAM PANDANGAN ETNOSAINS SUKU SAMAWA DAN INTERPRETASINYA MENURUT PANDANGAN SAINS MODERN Lalu Heriyanto; Warda Martia; Rizky Fadillah Fadillah; Baiq Azmi Sukroyanti
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 1 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66355/v9c9yt16

Abstract

Tradisi Pukul Rantok merupakan tradisi Suku Samawa yang dilaksanakan ketika gerhana (matahari atau bulan) sedang berlangsung. Seiring berjalanannya waktu tradisi tersebut mulai kehilangan konsep dasar yang melatar belakanginya. Sehingga, tradisi tersebut hanya dipandang sebagai suatu mitos belaka yang tidak logis dan penuh dengan tahayul semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengangkat kembali eksistensi etnosains dan produknya kearifan local dengan jalan melakukan interpretasi konsep-kosep etnosains yang mengkonstruk kearifan local tradisi pukul rantok di masyarakat suku samawa menggunakan konsep-konsep sains modern. Sehingga, dengan eksistensi etnosains dan produknya (kearifan local), diharapan dapat menemukan tempatnya lagi dan dapat berkembang beriringan dengan sains modern. Pada penelitian ini, ada dua jenis data yang digunakan yakni: data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan salah satu anggota masyarakt suku samawa diperantarai oleh seorang penerjemah atau interpreter. Selanjutnya, data primer diperoleh dari sumber berita yang terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnosains dan kearifan lokal suku samawa terhadap fenomena gerhana relevan dengan konsep-konsep sains moderen. Pemahaman suku samawa terhadap fenomena gerhana sangat mendalam yang dibuktikan dengan adanya tradisi pukul rantok yang dapat dijelaskan secara sains modern untuk mencegah atau untuk menghilangkan dampak negative dari gerhana tersebut.