Tradisi Pukul Rantok merupakan tradisi Suku Samawa yang dilaksanakan ketika gerhana (matahari atau bulan) sedang berlangsung. Seiring berjalanannya waktu tradisi tersebut mulai kehilangan konsep dasar yang melatar belakanginya. Sehingga, tradisi tersebut hanya dipandang sebagai suatu mitos belaka yang tidak logis dan penuh dengan tahayul semata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengangkat kembali eksistensi etnosains dan produknya kearifan local dengan jalan melakukan interpretasi konsep-kosep etnosains yang mengkonstruk kearifan local tradisi pukul rantok di masyarakat suku samawa menggunakan konsep-konsep sains modern. Sehingga, dengan eksistensi etnosains dan produknya (kearifan local), diharapan dapat menemukan tempatnya lagi dan dapat berkembang beriringan dengan sains modern. Pada penelitian ini, ada dua jenis data yang digunakan yakni: data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan salah satu anggota masyarakt suku samawa diperantarai oleh seorang penerjemah atau interpreter. Selanjutnya, data primer diperoleh dari sumber berita yang terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etnosains dan kearifan lokal suku samawa terhadap fenomena gerhana relevan dengan konsep-konsep sains moderen. Pemahaman suku samawa terhadap fenomena gerhana sangat mendalam yang dibuktikan dengan adanya tradisi pukul rantok yang dapat dijelaskan secara sains modern untuk mencegah atau untuk menghilangkan dampak negative dari gerhana tersebut.
Copyrights © 2023