Rizky Fadillah
STKIP Paracendekia N W Sumbawa

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN DIAGNOSTIK KOGNITIF UNTUK MENGIDENTIFIKASI PEMAHAMAN AWAL SISWA Wulan Riski Rahmadhani; Rizky Fadillah; Aska Muta Yuliani
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66355/2dmbzr06

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat alat penilaian diagnostik yang menggunakan model pengembangan 4D (Thiagarajan), yang meliputi tahapan definisi, desain, dan pengembangan, untuk menentukan pengetahuan awal siswa SMP. Tes, observasi, wawancara, dan analisis dokumen digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Ini kemudian diperiksa menggunakan kriteria seperti daya pembeda, validitas, reliabilitas, dan tingkat kesulitan. 52 pertanyaan esai yang mencakup materi prasyarat (garis dan sudut), materi inti (segitiga dan segi empat), dan materi lanjutan (translasi dan keserupaan) membentuk alat akhir. Dua ahli dan lima praktisi memvalidasi pertanyaan, menghasilkan total 25 pertanyaan valid dengan hasil validasi rata-rata 78% (kategori valid). Hasilnya, ditentukan bahwa alat penilaian diagnostik ini sesuai untuk menentukan pemahaman dasar siswa dan membantu perencanaan pelajaran yang berdiferensiasi.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASSESSMENT AS LEARNING UNTUK MENINGKATKAN REGULASI DIRI SISWA oja; Rizky Fadillah
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66355/b3cvat02

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen Assessment as Learning (AaL) untuk meningkatkan regulasi diri siswa dalam pembelajaran matematika. Regulasi diri merupakan kompetensi penting dalam Kurikulum Merdeka karena mendukung kemandirian dan tanggung jawab belajar siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D yang dimodifikasi menjadi tiga tahap, yaitu Define, Design, dan Develop. Subjek penelitian adalah siswa SMPN 1 Moyo Utara. Instrumen yang dikembangkan berupa angket regulasi diri berbasis AaL, terdiri atas 30 butir angket tertutup dan 13 butir angket terbuka. Validasi dilakukan oleh sepuluh pakar menggunakan Content Validity Ratio (CVR). Hasil analisis menunjukkan 43 butir dinyatakan valid (CVR ≥ 0,62), 37 butir dieliminasi, dan 18 butir direvisi. Instrumen akhir dinyatakan memenuhi validitas isi dan dapat digunakan untuk membantu siswa mengembangkan regulasi diri melalui keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan asesmen yang tidak hanya mengukur, tetapi juga melatih keterampilan regulasi diri. Implikasi praktisnya, instrumen dapat dimanfaatkan guru dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis kompetensi.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Dita Puspita Sari; Aska Muta Yuliani; Rizky Fadillah
REALISTIC: Journal of Education Mathematics and Science Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Paracendekia NW Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66355/5j6hye78

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan instrumen penilaian Profil Pelajar Pancasila (P3) pada pembelajaran matematika yang valid untuk siswa fase B dengan menggunakan desain penelitian pengembangan Four-D (4D). Tahap pengembangan meliputi define, design, dan develop hanya sampai pada tahap uji kevalidan produk. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket dan dokument, sedangkan analisis data menggunakan Content Validity Ratio (CVR) dan penilaian ahli berdasarkan skala Likert. Pada tahap define, menunjukkan bahwa guru sudah melakukan peniaian karakter tetapi belum maksimal. Indikator penilaian yang digunakan belum sesuai sepenuhnya dengan elemen dan CP masing-masing dimensi P3. Instrumen yang digunakan guru masih terbatas pada lembar observasi sederhana yang bersifat satu arah. Pemanfaatan instrumen penilaian karakter yang bersifat reflektif dan partisipatif juga masih minim. Tahap design, menghasilkan dua jenis instrumen, yaitu instrumen evaluasi karakter berupa Angket Refleksi Diri, Lembar Refleksi Pembelajaran, dan Survei Karakter, sedangkan instrumen pembiasaan karakter dirancang dalam bentuk Lembar Rencana Belajar, Jurnal Reflektif (Catatan Hebatku) dan Kartu Ayo Berpikir. Semua instrumen disusun secara sistematis agar dapat divalidasi oleh ahli dan praktisi guna mengukur kelayakan isi, kebahasaan, dan penyajiannya. Tahap develop menunjukkan hasil validasi instrumen pembiasaan dengan analisis deskriptif memperoleh rata-rata di atas 90%. Instrumen Refleksi Diri dan Survei Karakter dianalisis dengan CVR dan termasuk kategori valid. Dari 75 pernyataan pada Refleksi Diri, 4 tidak valid karena nilai CVR di bawah 0,622. Sementara itu, Survei Karakter berisi 25 soal dan seluruhnya sangat valid. Dengan demikian, hasil validasi menunjukkan bahwa instrumen penilaian P3 dalam pembelajaran Matematika sangat valid dan layak digunakan oleh siswa pada fase B.