Ahmad Wahidiyat Haedar
Universitas Negeri Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Inovasi Penerangan Jalan Kampung Berbasis Energi Surya di Desa Mattampae Kabupaten Bone Ahmad Wahidiyat Haedar; Nurul Aliah; Mohammad Junaedy Rahman; Iriandy Iriandy; Ridwan Ridwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12628

Abstract

Keterbatasan penerangan jalan di wilayah pedesaan masih menjadi permasalahan yang berdampak pada rendahnya visibilitas, keamanan, dan aktivitas masyarakat pada malam hari. Desa Mattampae, Kabupaten Bone, menghadapi kondisi serupa akibat minimnya infrastruktur penerangan jalan. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penerangan jalan kampung melalui penerapan lampu LED berbasis energi surya (solar panel). Metode pelaksanaan dilakukan dalam tiga tahap selama tiga bulan, yaitu observasi lokasi, pemasangan lampu pada titik strategis, dan evaluasi program. Proses implementasi melibatkan partisipasi masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan lokal. Evaluasi dilakukan menggunakan survei kuesioner terhadap 23 responden yang tinggal di sekitar lokasi pemasangan. Hasil menunjukkan bahwa program memberikan dampak positif, di mana mayoritas responden mengalami peningkatan tingkat kenyamanan dan rasa aman, serta aktivitas masyarakat pada malam hari. Sekitar 74% responden menyatakan kenyamanan tinggi, 78% merasakan peningkatan rasa aman, dan 83% mengalami peningkatan aktivitas malam. Meskipun demikian, terdapat keterbatasan pada distribusi pencahayaan akibat ketinggian pemasangan lampu yang relatif rendah. Secara keseluruhan, program ini menunjukkan bahwa pemanfaatan energi surya sebagai sumber penerangan jalan merupakan solusi efektif, ekonomis, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas lingkungan pedesaan. Ke depan, diperlukan pengembangan lebih lanjut dalam aspek teknis dan pengelolaan agar keberlanjutan program dapat terjaga.