Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan dan Pendampingan Penggunaaan Media Pembelajaran GIMKIT di Sekolah Dasar 149 Tokinjong Sri Jingga Anggriani Putri; Syaharani; Mirna
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mosaic.v2i1.528

Abstract

Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Media Pembelajaran Gimkit di SD 149 Tokinjong bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi pelatihan, pendampingan, dan evaluasi melalui kuesioner. Pelatihan ini memberikan wawasan kepada guru mengenai pemanfaatan Gimkit sebagai media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penggunaan Gimkit dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan mempermudah guru dalam menyampaikan materi. Selain itu, peserta pelatihan juga mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat dan mengelola kuis interaktif berbasis Gimkit. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dalam sesi praktik, antusiasme peserta menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam penerapan teknologi digital yang lebih luas dalam proses pembelajaran di SD 149 Tokinjong.
Optimalisasi Literasi Melalui Story Telling di Panti Asuhan Kuala Lumpur Rumah Titian Kaseh Laeli Qadrianti; Amran AR; Sardiyanah; Nur Agung; Ramli; Mirna
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mosaic.v2i2.534

Abstract

Melalui kegiatan pengabdian ini, diharapkan dapat membantu anak-anak di Panti Asuhan Rumah Titian Kasih untuk meningkatkan kemampuan literasi, serta memperkenalkan pada berbagai jenis cerita yang dapat memperkaya pengetahuan dan karakter. Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses belajar mereka dengan cara yang menyenangkan dan efektif, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan keterampilan komunikasi dan ekspresi diri melalui storytelling. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dalam kegiatan optimalisasi literasi melalui story telling di Panti Asuhan Kuala Lumpur Rumah Titian Kaseh dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak berupa antusiasme anak-anak dalam berliterasi. Cara yang dilakukan untuk mengoptimalkan literasi melalui story telling di panti asuhan Titian Kaseh, yakni: 1) Pemilihan cerita yang tepat dan relevan dengan usia anak-anak di panti asuhan., 2) Interaksi dengan anak-anak, 3) Penggunaan alat bantu visual dan multimedia, 4) Menciptakan lingkungan yang mendukung literasi, 5) Pelatihan untuk pengasuh di panti asuhan, dan 6) Pemberian Umpan Balik.
Strategi Guru Dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas I Di Sekolah Dasar Muhayyarah; Alfrisa Alya Ananta; Edy; Laeli Qadrianti; Mirna
Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai Vol 5 (2026): Volume 5 Tahun 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/sentikjar.v5i0.4616

Abstract

Membaca permulaan adalah keterampilan fundamental yang sering menjadi tantangan bagi siswa kelas I Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus dan pendekatan literature review untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa dan menganalisis strategi guru dalam mengatasinya, dengan menganalisis dan mensintesis temuan dari 10 artikel penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan berakar pada kegagalan penguasaan keterampilan fonik dan decoding. Bentuk-bentuk kesulitan utama meliputi: (1) Kesulitan Pengenalan Simbol Dasar, seperti belum mampu mengenal huruf vokal, konsonan, dan kesulitan membedakan bentuk huruf yang mirip. (2) Kesulitan Integrasi dan Kelancaran, ditandai dengan membaca tersendat-sendat, pengulangan, penghilangan, dan penggantian kata. Strategi efektif yang digunakan guru terbagi menjadi tiga fokus: (1) Intervensi Langsung dan Individual, seperti bimbingan khusus dan pemberian jam tambahan. (2) Metode Kreatif dan Bervariasi, termasuk penggunaan teknik fonik, mendikte, dan pemanfaatan media konkret seperti flashcard. (3) Kolaborasi dan Motivasi, yaitu membangun kerja sama dengan orang tua serta memberikan perhatian dan motivasi khusus kepada siswa. Kesimpulannya, penguasaan fonik dan decoding sangat penting, dan keberhasilan mengatasi kesulitan memerlukan implementasi strategi guru yang terintegrasi dengan dukungan keluarga.