Membaca permulaan adalah keterampilan fundamental yang sering menjadi tantangan bagi siswa kelas I Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus dan pendekatan literature review untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan membaca permulaan yang dialami siswa dan menganalisis strategi guru dalam mengatasinya, dengan menganalisis dan mensintesis temuan dari 10 artikel penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan berakar pada kegagalan penguasaan keterampilan fonik dan decoding. Bentuk-bentuk kesulitan utama meliputi: (1) Kesulitan Pengenalan Simbol Dasar, seperti belum mampu mengenal huruf vokal, konsonan, dan kesulitan membedakan bentuk huruf yang mirip. (2) Kesulitan Integrasi dan Kelancaran, ditandai dengan membaca tersendat-sendat, pengulangan, penghilangan, dan penggantian kata. Strategi efektif yang digunakan guru terbagi menjadi tiga fokus: (1) Intervensi Langsung dan Individual, seperti bimbingan khusus dan pemberian jam tambahan. (2) Metode Kreatif dan Bervariasi, termasuk penggunaan teknik fonik, mendikte, dan pemanfaatan media konkret seperti flashcard. (3) Kolaborasi dan Motivasi, yaitu membangun kerja sama dengan orang tua serta memberikan perhatian dan motivasi khusus kepada siswa. Kesimpulannya, penguasaan fonik dan decoding sangat penting, dan keberhasilan mengatasi kesulitan memerlukan implementasi strategi guru yang terintegrasi dengan dukungan keluarga.
Copyrights © 2026