Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Kejadian Preeklampsia pada Ibu Hamil di RSU Anutapura Palu Rahmawati Saputri; Sitti Radhiah; Abd. Rahman; Dilla Srikandi Syahadat
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 2 (2026): Februari
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Preeklampsia dianggap sebagai penyebab utama kematian ibu dan janin di Indonesia, yang menjadi tantangan dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup sejak 2030. Kejadian preeklampsia didampaki dari berbagai faktor risiko, misalnya paritas, tingkat pendidikan, frekuensi pemeriksaan antenatal care serta riwayat hipertensi. Studi ini ingin mengamati faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSU Anutapura Palu. Studi ini berjenis survey analitik secara berpendekatan case control. Sampel studi ini sejumlah 120 partisipan yang mencakup 60 kontrol serta 60 kasus yang ditentukan dari cara total sampling bagi kelompok kasus serta matching berdasarkan umur untuk kelompok kontrol. Data diperoleh dari rekam medis serta dianalisa memakai uji odds ratio (OR) dengan keyakinan 95%. Studi ini menghasilkan bila keempat variabel yang dikaji berupa faktor risiko terjadinya preeklampsia, yaitu Pendidikan rendah (OR = 2,891; CI 95%: 1,356–6,161), Paritas satu atau lebih dari tiga orang (OR = 3,000; CI 95%: 1,424–6,319), Riwayat hipertensi (OR = 10,846; CI 95%: 4,646–25,319), dan Frekuensi pemeriksaan ANC kurang dari empat kali (OR = 2,307; CI 95%: 1,097–4,850). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa paritas, tingkat pendidikan, frekuensi pemeriksaan ANC serta riwayat hipertensi berperan sebagai faktor risiko kejadian preeklampsia pada ibu hamil di RSU Anutapura Palu. Hasil ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam merumuskan strategi pencegahan preeklampsia melalui edukasi dan peningkatan mutu pelayanan antenatal, sehingga dapat menekan risiko komplikasi kehamilan serta bisa meminimalisir angka kematian ibu.
Faktor Risiko Kesehatan Mental Penderita Hiv/Aids Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise Kota Palu Aprilia Rachmawati; Sitti Radhiah; Abd. Rahman; Rahma Dwi Larasati
Indonesian Journal of Interdisciplinary Health Studies Vol. 1 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO beranggapan, depresi, kecemasan dan masalah perilaku merupakan penyebab utama masalah kesehatan mental pada pasien HIV/AIDS. Data Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah pada tahun 2022 terdapat 3.150 kasus terkonfirmasi HIV/AIDS (66,99%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kesehatan jiwa pasien HIV/AIDS di Puskesmas Talise Kota Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan kasus kontrol dengan tingkat kepercayaan 95%. Sampel sebanyak 83 kasus dan 83 kontrol dengan perbandingan 1:1 sehingga berjumlah 166 orang. Pengambilan sampel menggunakan sampling aksidental. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji odds rasio. Hasil penelitian menunjukkan stigma dan diskriminasi (OR=8.281, CI=4.120-16.644) dan kurangnya dukungan sosial (OR=4.376, CI=2.273-8.423) merupakan faktor risiko kesehatan mental pasien HIV/AIDS di Talise. Sedangkan hubungan seks tanpa kondom (OR=1.771, CI=0.874-3.590) merupakan faktor protektif. Dapat disimpulkan bahwa stigma dan diskriminasi serta kurangnya dukungan sosial merupakan faktor risiko, sedangkan hubungan seks tanpa kondom bersifat protektif. Petugas layanan kesehatan diharapkan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi diskriminasi dan stigma serta memberikan dukungan penuh kepada pasien HIV/AIDS.