Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

RELASI KRISTEN DAN ISLAM DALAM KERANGKA MODERASI BERAGAMA DI DESA HOYANE, KECAMATAN SEKO, LUWU UTARA Rumbi, Frans Paillin; Paonganan, Semar
Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama Vol. 4 No. 1 (2024): Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat of Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/moderatio.v4i1.8998

Abstract

In this research, we use the notion of religious moderation to examine the relationship between Christians and Muslims in Hoyane village, Seko District, North Luwu. The perspectives of Christians are highlighted in this study. In the research locus, information was gathered via interviews and observation. To find out their opinions on dealing with Muslims, we spoke with leaders in the Christian community. The study's findings demonstrate that the existence of tabligh congregations strains ties between religions. Nonetheless, Christians attempt to live with this by maintaining their relationships with Muslims. Acknowledge the growing religious consciousness among Muslims and cultivate a welcoming and tolerant mindset. They also reinforce interfaith cooperation and unity through a cultural approach.
PENDAMPINGAN PENULISAN KARYA ILMIAH MELALUI PERKUMPULAN PENULIS INSTITUT AGAMA KRISTEN NEGERI (IAKN) TORAJA Rumbi, Frans Paillin; Susanta, Yohanes Krismantyo; Panuntun, Daniel Fajar
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.575 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v10i1.24370

Abstract

AbstrakBudaya menulis karya ilmiah di Indonesia memiliki tren yang positif.  Pada Tahun 2018, Indonesia menempati urutan ke-2 negara di ASEAN  yang memiliki jumlah publikasi terindeks scopus.  Publikasi karya ilmiah ini menentukan kualitas akademisi dalam mengembangkan ilmunya. Berdasarkan tren ini IAKN Toraja perlu secara aktif untuk mengambil bagian dalam meningkatkan publikasi karya ilmiah nasional.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan publikasi karya ilmiah IAKN Toraja. Metode pengabdian dengan menggunakan pembelajaran aktif, kreatif, dan inovatif dengan prinsip kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam menulis karya ilmiah. Hasil dari pengabdian ini adalah abstrak naskah penelitian yang siap diteruskan untuk  menjadi artikel ilmiah. Artikel ilmiah yang sudah selesai dilakukan proses submisi ke open journal system  yang tersebar di seluruh Indonesia. Kata kunci: Karya Ilmiah, Penulisan, IAKN Toraja, AbstractCultural write scientific articles in Indonesia have a positive trend. In 2018, Indonesia ranked the second country in ASEAN, which has some Scopus indexed publications. The publication of this scientific work determines the quality of academics in developing their knowledge. Based on this trend, IAKN Toraja needs to actively take part in increasing the publication of national scientific works. This dedication aims to increase the publication of scientific works of IAKN Toraja. The dedication method uses active, creative, and innovative learning with the principle of collaboration between lecturers and students in writing scientific papers. The results of this dedication are abstracts of research texts that are ready to be forwarded to become scientific articles. Scientific articles that have been completed then submitted to the open journal system throughout Indonesia Keywords : Scientific Article, Writing, IAKN Toraja.
Kristologi Pangala Tondok: Dialektika Kepemimpinan Kristen dalam Konteks Multireligius di Toraja Rumbi, Frans Paillin
Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat Vol 12 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Reformed Center for Religion and Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33550/sd.v12i2.523

Abstract

Discussion about Pangala Tondok Christology began when the Torajan Church decided on Tongkonan Sangullele terms for cultural and religious identity. This study aims to foster fruitful discussion regarding Pangala Tondok Christology in Toraja's multireligious setting (interdenominational church and interreligious). Library research is used in this study, and I created a synthesis model based on Stephen B. Bevans. The first outcome is that Jesus Christ can be portrayed as a new Pangala Tondok in an interdenominational church. The Tongkonan offspring descended from him. The Torajan Church promotes an inclusive, modest, amiable, and transparent approach to interreligious discourse, embracing a respectful attitude toward other religions.
Hospitalitas Abimelekh dan Peringatan Allah: Analisis Naratif Kejadian 20:1-18 dan Relevansinya Terhadap Peringatan yang Disertai Kekerasan Patandianan, Cindy; Rumbi, Frans Paillin; Sumiati
Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.432 KB) | DOI: 10.46974/ms.v2i2.39

Abstract

Abstract: This paper aims to examine the story of Abimelech and God by using narrative interpretation as a model approach to answer the question of how is the hospitality shown by Abimelech? Does a good host deserve a warning for the fault of the guest's carelessness? Does the host need to resort to violence against a stranger who harms him? From this article, we will explore what is the background of God's stern warning to Abimelech through dreams. The approach used is the approach approach. The results of the study show that God Abimelech strictly when he was not married Sarah was already married, namely (1) the possibility of Abimelech from the danger of committing sins. (2) the punishment, preventing "all the women in Abimelech's house from becoming pregnant", lasted only so long as Abimelech was in danger of sleeping with Sarah. it was to change the situation, not for Abimelech. (3) the punishment clearly shows that Abraham was in fellowship with Almighty God. this incident probably made Abimelech respect and fear the God of Abraham. Thus, it can be said that the memory of virtue values ​​when directing a person to turn away from deviant behavior. Abstrak: Tulisan ini hendak mengkaji  kisah Abimelekh dan Tuhan dengan menggunakan tafsir naratif sebagai model pendekatan untuk menjawab pertanyaan bagaimana hospitalitas yang ditunjukkan oleh Abimelekh? Apakah seorang tuan rumah yang baik patut mendapat peringatan karena kesalahan yang ditimbulkan oleh kecorobohan sang tamu?  Apakah sang tuan rumah perlu melakukan kekerasan terhadap orang asing yang mencelakakkannya?. Dari tulisan ini akan mendalami apa yang menjadi latar belakang dari peringatan keras Allah kepada Abimelekh melalui mimpi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif.  Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Tuhan memperingatkan Abimelekh dengan keras ketika dia tidak tahu Sarah sudah menikah, yaitu (1) menjauhkan Abimelekh dari bahaya berbuat dosa. (2) hukuman, mencegah "semua wanita di rumah Abimelekh untuk hamil," hanya berlangsung selama Abimelekh dalam bahaya tidur dengan Sarah. itu dimaksudkan untuk mengubah situasi, bukan untuk menyakiti Abimelekh. (3) hukuman dengan jelas menunjukkan bahwa Abraham bersekutu dengan Tuhan Yang Mahakuasa. kejadian ini mungkin membuat Abimelekh menghormati dan takut akan Tuhan Abraham. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ingatan menampakkan  nilai kebajikan ketika ditujukan untuk mengarahkan seseorang berbalik dari perilaku menyimpang.
Tradisi Massuru' dan Pertobatan Dalam Injil Sinoptik Rumbi, Frans Paillin
BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual Vol 1, No 1 (2018): Juni
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34307/b.v1i1.17

Abstract

This paper juxtaposes two models of wrong forgiveness and sin. Massuru 'in Toraja culture and repentance in the gospel. This research study is explanatory in order to explain the concept of masu suru and repentance from the theological roots that shape it. The materials used are sourced from the literature but in dialogue with the observations or experiences that the author has encountered in the field, both when observing the way the Toraja interpret their traditions and interpret liturgical confessions in the congregation. The results of this study found that massuru and repentance had a more or less the same basic pattern, which was initiated by false recognition or sin, forgiveness and finally peace. Another similarity is improving behavior, reestablishing relations with God and fellow creatures. But there are differences in terms of initiative, targets in the visible and inner aspects, atonement victims. Massuru 'can be used as a model for confession in congregations and repentant pastoral models, but it needs to adjust its meaning to the values of the contain of Christian teachings. AbstrakTulisan ini menyandingkan dua model pengampunan salah dan dosa. Massuru’ dalam kebudayan Toraja dan pertobatan dalam Injil. Kajian penelitian ini bersifat eksplanasi untuk menjelaskan konsep massuru’ dan pertobatan dari akar tradisi-teologis yang membentuknya. Bahan-bahan yang digunakan bersumber dari kepustakaan tetapi di dialogkan dengan pengamatan atau pengalaman yang selama ini penulis jumpai di lapangan, baik ketika mengamati cara orang Toraja memaknai tradisinya maupun memaknai liturgi pengakuan dosa dalam jemaat. Hasil penelitian ini menemukan bahwa massuru' dan pertobatan memiliki pola dasar yang kurang lebih sama, yakni dimulai dengan pengakuan salah atau dosa, pengampunan dan akhirnya perdamaian. Kesamaan lain yakni memperbaiki perilaku, membangun kembali relasi dengan Allah dan sesama ciptaan. Tetapi terdapat perbedaan dari segi inisiatif, sasaran pada aspek kelihatan dan batin, korban pendamaian. Massuru' dapat digunakan sebagai model akta pengakuan dosa dalam jemaat maupun model pastoral tobat, akan tetapi perlu menyesuaikan maknanya dengan nilai-nilai yang terkandung alam ajaran Kristen.