p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Konstituen
Dimas Okhy Wiranta
Institut Teknologi Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Risiko Bencana Kekeringan di Kabupaten Indramayu Dimas Okhy Wiranta; Alpriyanto Situmorang
Jurnal Konstituen Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v7i2.5628

Abstract

Perubahan iklim global telah meningkatkan frekuensi dan intensitas kejadian iklim ekstrem, termasuk kekeringan yang berdampak signifikan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air di wilayah pesisir utara Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat bahaya, kerentanan, dan risiko bencana kekeringan di Kabupaten Indramayu, serta memproyeksikan kondisi tahun 2031 berdasarkan model iklim MIROC6 dengan dua skenario, yaitu SSP2-4.5 dan SSP5-8.5. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), yang mengintegrasikan parameter curah hujan, suhu udara, jenis tanah, penggunaan lahan, kelerengan, kepadatan penduduk, kebutuhan air, serta kapasitas adaptasi wilayah. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi proyeksi terjadi pergeseran kelas risiko kekeringan, ditandai dengan berkurangnya wilayah berisiko tinggi dan meningkatnya wilayah berisiko rendah hingga menengah, terutama pada skenario SSP5-8.5. Meskipun demikian, beberapa kecamatan seperti Gantar, Haurgeulis, Sindang, Anjatan, dan Indramayu tetap menjadi hotspot kekeringan akibat tingginya kebutuhan air dan keterbatasan kapasitas adaptasi. Penurunan sensitivitas wilayah dan peningkatan kapasitas adaptasi menunjukkan adanya pengaruh positif dari kebijakan pengelolaan sumber daya air daerah, meskipun masih terjadi ketimpangan antarwilayah. Temuan ini menegaskan perlunya strategi adaptasi yang lebih terarah dan berbasis data, penguatan kapasitas kelembagaan, serta kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap ancaman kekeringan di masa depan.
Analisis Kerentanan Ekonomi Petani Akibat Perubahan Iklim di Kabupaten Indramayu: Pendekatan dengan Kerangka DPSIR Dimas Okhy Wiranta; Alpriyanto Situmorang
Jurnal Konstituen Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Konstituen
Publisher : Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jk.v8i1.6181

Abstract

Perubahan iklim meningkatkan kerentanan sektor pertanian, khususnya pada aspek ekonomi rumah tangga petani. Ketidakpastian musim tanam, keterbatasan air, serta kelemahan tata kelola memperburuk stabilitas produksi dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan ekonomi petani akibat perubahan iklim di Kabupaten Indramayu secara terintegrasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, dengan melibatkan petani dan pemangku kepentingan terkait. Analisis dilakukan menggunakan kerangka Drivers–Pressures–State–Impact–Response (DPSIR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabilitas iklim, dinamika hazard, dan keterbatasan implementasi kebijakan menjadi faktor pendorong utama yang memicu tekanan terhadap sistem pertanian, terutama dalam bentuk keterbatasan air, kerusakan irigasi, dan meningkatnya biaya produksi. Dampaknya adalah meningkatnya kerentanan ekonomi petani yang ditandai oleh ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran serta tingginya ketergantungan terhadap pinjaman yang ditunjukkan oleh sekitar 78% petani bergantung pada pembiayaan eksternal. Temuan ini menegaskan bahwa kerentanan ekonomi petani bersifat sistemik dan memerlukan intervensi kebijakan yang terintegrasi melalui penguatan tata kelola irigasi, kelembagaan, dan praktik pertanian guna meningkatkan ketahanan sistem secara berkelanjutan.