Degunias Ton
Universitas Kristen Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pendidikan Agama Kristen dalam Menghadapi Dampak Artificial Intelligence untuk Mengembangkan Critical Thinking Peserta Didik Degunias Ton
MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen dan Gereja Vol. 8 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62240/msj.v8i2.105

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Meskipun AI membawa kemudahan dalam memperoleh informasi dan menyelesaikan tugas, ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi ini berpotensi melemahkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Permasalahan ini menjadi penting dalam konteks Pendidikan Agama Kristen yang menekankan keseimbangan antara iman, akal budi, dan tanggung jawab moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh AI terhadap perkembangan kognitif dan kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran PAK, serta merumuskan langkah strategis untuk menyikapinya secara etis dan edukatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka melalui telaah terhadap buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI memiliki dua sisi utama, yaitu memberikan kontribusi positif terhadap perluasan akses pengetahuan dan efisiensi pembelajaran, namun juga berdampak negatif terhadap daya analisis, refleksi, dan kreativitas berpikir peserta didik. Berdasarkan hasil tersebut, diperlukan strategi PAK yang berfokus pada pengembangan kurikulum berbasis keterampilan berpikir kritis, literasi digital yang etis, peningkatan kompetensi guru, serta penerapan pembelajaran aktif. Dengan demikian, AI perlu digunakan secara bijak sebagai alat bantu pendidikan, bukan sebagai pengganti proses berpikir kritis manusia dalam kegiatan belajar mengajar.
Membaca Iman di Luar Kata: Media Audio-Visual sebagai Ruang Belajar Pendidikan Agama Kristen bagi Anak Berkebutuhan Khusus Diniyarti Rara Bolu; Degunias Ton
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 7 (2025): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i7.4211

Abstract

Anak berkebutuhan khusus sering mengalami kesulitan dalam memahami iman karena pembelajaran Pendidikan Agama Kristen cenderung didominasi pendekatan verbal seperti ceramah, pembacaan Alkitab, dan penjelasan konseptual yang kurang selaras dengan karakteristik belajar mereka. Artikel ini bertujuan menganalisis media audio-visual sebagai ruang belajar iman yang melampaui pendekatan berbasis kata, khususnya bagi anak dengan hambatan komunikasi dan kognitif ringan hingga sedang, seperti autisme dan kesulitan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur yang bersifat konseptual-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa media audio-visual berperan sebagai medium pedagogis yang memediasi pengalaman iman secara non-verbal melalui visualisasi, narasi audio, gambar, serta simbol-simbol religius yang lebih mudah dipahami peserta didik. Pembelajaran iman di luar kata tidak hanya menjadi alternatif metodologis, tetapi juga pendekatan pedagogis yang memiliki dasar teologis dan relevansi praktis dalam pengembangan pendidikan agama Kristen yang inklusif. Artikel ini mengimplikasikan pentingnya integrasi film Alkitab, animasi, gambar naratif, dan cerita digital sebagai strategi pembelajaran kontekstual bagi guru Pendidikan Aagama Kristen.
FROM RETRIBUTIVE JUSTICE TO RESTORATIVE ETHICS: A CHRISTIAN THEOLOGICAL-ETHICAL EXAMINATION OF THE REPOSITIONING OF THE DEATH PENALTY IN INDONESIA'S CRIMINAL CODE (LAW NO. 1 OF 2023) Jeffry Leonard P. Tobing; Degunias Ton; Laurenz Enjelina Siaangi
Diegesis : Jurnal Teologi Vol 11 No 2 (2026): DIEGESIS: JURNAL TEOLOGI
Publisher : STT Bethel Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46933/DGS.vol11i2%p

Abstract

The death penalty is a form of punishment that continues to spark debate in the fields of legal studies, human rights and Christian theology, as it concerns the relationship between justice, punishment and human dignity. Much of the previous research has focused primarily on legal and human rights aspects, whilst the theological implications of criminal law reform in Indonesia have been relatively under-examined. On the other hand, the Christian tradition itself reveals a diversity of views regarding the legitimacy of the death penalty, thus requiring a more contextual reading of the legal changes that have taken place. A significant development emerged through Law No. 1 of 2023, which changed the status of the death penalty from a principal punishment to a conditional alternative punishment with a ten-year probationary period. This study aims to analyse the theological implications of this change in status from the perspectives of Christian theology and public theology. The research employs a non-empirical qualitative method through a literature review, using a thematic-contextual approach to legal regulations, church documents, and contemporary theological literature. The findings indicate that the status of conditional alternative punishment represents a paradigm shift in sentencing from a retributive orientation towards a rehabilitative-restorative one. Theologically, this change broadens the understanding of offenders as moral agents who retain the potential for transformation, without neglecting the demands of justice for victims. The main theoretical finding of this study is the concept of “corrective-restorative justice”, namely a model of punishment that places punishment, rehabilitation, and human dignity in a dialogical relationship. This article contributes to the development of dialogue between Christian theology, public theology, and contemporary criminal law reform in Indonesia.