Anak berkebutuhan khusus sering mengalami kesulitan dalam memahami iman karena pembelajaran Pendidikan Agama Kristen cenderung didominasi pendekatan verbal seperti ceramah, pembacaan Alkitab, dan penjelasan konseptual yang kurang selaras dengan karakteristik belajar mereka. Artikel ini bertujuan menganalisis media audio-visual sebagai ruang belajar iman yang melampaui pendekatan berbasis kata, khususnya bagi anak dengan hambatan komunikasi dan kognitif ringan hingga sedang, seperti autisme dan kesulitan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur yang bersifat konseptual-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa media audio-visual berperan sebagai medium pedagogis yang memediasi pengalaman iman secara non-verbal melalui visualisasi, narasi audio, gambar, serta simbol-simbol religius yang lebih mudah dipahami peserta didik. Pembelajaran iman di luar kata tidak hanya menjadi alternatif metodologis, tetapi juga pendekatan pedagogis yang memiliki dasar teologis dan relevansi praktis dalam pengembangan pendidikan agama Kristen yang inklusif. Artikel ini mengimplikasikan pentingnya integrasi film Alkitab, animasi, gambar naratif, dan cerita digital sebagai strategi pembelajaran kontekstual bagi guru Pendidikan Aagama Kristen.
Copyrights © 2025