Diniyarti Rara Bolu
Universitas Kristen Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Membaca Iman di Luar Kata: Media Audio-Visual sebagai Ruang Belajar Pendidikan Agama Kristen bagi Anak Berkebutuhan Khusus Diniyarti Rara Bolu; Degunias Ton
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 7 (2025): Juli
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i7.4211

Abstract

Anak berkebutuhan khusus sering mengalami kesulitan dalam memahami iman karena pembelajaran Pendidikan Agama Kristen cenderung didominasi pendekatan verbal seperti ceramah, pembacaan Alkitab, dan penjelasan konseptual yang kurang selaras dengan karakteristik belajar mereka. Artikel ini bertujuan menganalisis media audio-visual sebagai ruang belajar iman yang melampaui pendekatan berbasis kata, khususnya bagi anak dengan hambatan komunikasi dan kognitif ringan hingga sedang, seperti autisme dan kesulitan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur yang bersifat konseptual-kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa media audio-visual berperan sebagai medium pedagogis yang memediasi pengalaman iman secara non-verbal melalui visualisasi, narasi audio, gambar, serta simbol-simbol religius yang lebih mudah dipahami peserta didik. Pembelajaran iman di luar kata tidak hanya menjadi alternatif metodologis, tetapi juga pendekatan pedagogis yang memiliki dasar teologis dan relevansi praktis dalam pengembangan pendidikan agama Kristen yang inklusif. Artikel ini mengimplikasikan pentingnya integrasi film Alkitab, animasi, gambar naratif, dan cerita digital sebagai strategi pembelajaran kontekstual bagi guru Pendidikan Aagama Kristen.
Imago Dei Distortion as An Analytical Framework for Adolescent Identity Crisis in The Digital Age Tirza Froulen Bella; Diniyarti Rara Bolu
TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 6, No 1 (2026): June 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Transformasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53674/teleios.v6i1.391

Abstract

The development of social media has transformed the way adolescents construct and understand their self-identity. Previous studies have predominantly examined adolescent digital identity from psychological and sociological perspectives, particularly in relation to social validation, anxiety, and mental well-being, but have not yet been able to explain adolescent digital identity crises as an anthropological-theological issue related to the Imago Dei. This study aims to analyze the dynamics of adolescent digital identity from the perspective of the theology of the Imago Dei, identify the forms of identity distortion that emerge, and formulate their implications for Christian Religious Education. This research employs a qualitative library research approach using critical thematic analysis and conceptual analysis within an interdisciplinary framework integrating theology, developmental psychology, and digital media studies. The findings reveal that adolescent digital identity is shaped by algorithmic logic, a culture of visibility, and mechanisms of social validation that encourage the formation of performative and fragmented identities. From the perspective of the Imago Dei, these conditions reflect identity distortion characterized by ontological reduction, identity dislocation, and a shift in relationality from intrinsic to instrumental. These findings indicate that the identity crisis experienced by adolescents in the digital era is not merely psychosocial but also theological in nature. This study proposes the concept of “Distortion of Imago Dei” as a new interdisciplinary-theological framework for understanding adolescent identity crises in the digital era, while also serving as a foundation for reconstructing contextual Christian Religious Education
Implementasi Nilai Hukum Kasih Matius 22:39 sebagai dasar dalam Pembentukan Karakter Anti-Bullying pada Anak Usia Dini Helwen Pattikawa; Diniyarti Rara Bolu; Elsye Yusnengsih
In Theos : Jurnal Pendidikan dan Theologi Vol. 5 No. 11 (2025): November
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/intheos.v5i11.4472

Abstract

Perilaku bullying pada anak usia dini menunjukkan adanya masalah hubungan sosial, lemahnya pembentukan karakter dalam lingkungan pendidikan. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada perkembangan emosional anak, tetapi juga memengaruhi kemampuan anak dalam membangun hubungan sosial yang sehat. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pendidikan karakter dan pencegahan bullying pada anak usia dini, kajian yang secara khusus mengintegrasikan ajaran kasih dalam Matius 22:39 masih terbatas dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ajaran kasih berdasarkan Matius 22:39 dalam membentuk karakter anti-bullying pada anak usia dini. Ayat ini dipilih karena secara eksplisit menegaskan prinsip mengasihi sesama seperti diri sendiri sehingga relevan sebagai dasar teologis yang mendorong sikap empati, penghormatan terhadap sesama, relasi sosial yang harmonis serta pencegahan perilaku bullyingmanusia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi ajaran kasih melalui keteladanan, pembiasaan, penguatan perilaku positif, dan pembelajaran berbasis nilai Kristiani mampu mengembangkan empati, kepedulian, penghargaan terhadap sesama, serta pengendalian perilaku agresif pada anak. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan Pendidikan Agama Kristen melalui penguatan model pendidikan karakter anti-bullying yang berlandaskan nilai-nilai Alkitabiah.