Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peramalan Harga Gabah Kering Panen Menggunakan Metode Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) Di Kabupaten Banyuwangi Akmalia Zumarotul Karomah; Riza Rahimi Bachtiar; Nur Syamsi Aisyah; Aldy Bahaduri Indraloka
Jurnal Javanica Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Terapan Agribisnis
Publisher : Politeknik Negeri Banyuwangi Jl. Raya Jember km. 13 Labanasem, Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur (68461) Telp. (0333) 636780

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/javanica.v5i1.2026.61-77

Abstract

Harvested Dry Paddy is a strategic agricultural commodity that plays an important role in increasing farmers' income and maintaining food security in Banyuwangi Regency. Fluctuations in Harvested Dry Paddy prices, influenced by changes in production, harvest seasons, and market conditions, require appropriate forecasting to support decision-making. This study aimed to analyze price trends, identify seasonal patterns, and forecast Harvested Dry Paddy prices in 2026 using the Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) method. A descriptive quantitative approach was employed using monthly Harvested Dry Paddy price data from 2020 to 2025 obtained from Statistics Indonesia (BPS) of Banyuwangi Regency. The analysis followed the Box–Jenkins procedure, including stationarity testing, model identification, parameter estimation, diagnostic checking, model selection, and forecasting. The results showed that Harvested Dry Paddy prices fluctuated during the observation period with an increasing trend and exhibited a seasonal pattern at lag 12. The initial data were non-stationary, as indicated by an Augmented Dickey-Fuller (ADF) probability value of 0.1311; therefore, differencing was performed until stationarity was achieved. The best forecasting model was SARIMA (2,1,1)(0,1,1)12. The forecasting results indicated that Harvested Dry Paddy prices in 2026 are expected to range from IDR 7,137.47/kg to IDR 9,209.91/kg, with a gradual upward trend despite continuing fluctuations.
Strategi Pengembangan Agribisnis Padi Menuju Ekonomi Hijau dengan Pendekatan Sistematis melalui Analisis SWOT Nur Syamsi Aisyah; Mohammad Ilham Hilal; Nanda Rusti
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 2: Januari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i2.13802

Abstract

Padi menjadi komoditas utama dalam mendukung terwujudnya ketahan pangan. Pada proses pelaksanaan agribisnis padi terdapat ketidakseimbangan natara peningkatan produksi dan produktivitas dengan efisiensi keberlanjutan lingkungan akibat penggunaan bahan kimia secara intensif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis padi berkelanjutan yang berbasis kelompok tani menuju ekonomi hijau. Metode penelitian menggunakan analisis SWOT yang didukung data hasil wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan kuesioner. Analisis difokuskan pada faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agribisnis menuju ekonomi hijau. Hasil penelitian menunjjukan perlunya penguatan kelompok tani dan penguatan pasar. Strategi yang diusulkan mampu meningkatkan efisiensi rantai nilai dan keberlanjutan lingkungan pertanian, sehingga mendukung upaya swasembada pangan serta mencapai ekonomi hijau.
Tata Kelola (Governance) Kopi Arabika dalam Rantai Nilai Nur Syamsi Aisyah; Dwi Rachmina; Ratna Winandi
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 13 No. 1 (2025): Juni 2025 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2025.13.1.119-128

Abstract

Perkembangan budaya third wave coffee meningkatkan permintaan kosumen pada kopi spesial. Kopi arabika dikenal sebagai kopi spesial karena keunikan cita rasa dan kualitasnya. Kopi arabika spesial dihasilkan melaui kerjasama antar pelaku rantai kopi mulai dari produsen sampai konsumen akhir. Kerjasama yang terjalin antar pelaku membentuk suatu sistem manajemen dalam melakukan regulasi dan kontrol kualitas kopi. Sistem tersebut membentuk pola tata kelola yang secara tidak langsung mengikat dan mengatur semua pelaku. Analisis tata kelola pada rantai nilai kopi arabika dilakukan dengan tujuan mengtahui tipe tata kelola yang terbentuk dan pelaku yang memiliki kekuatan dalam mengatur rantai nilai kopi arabika. Data penilitian ini dilakukan dengan mewawancarai 56 pelaku rantai nilai kopi arabika yang terdiri atas petani kopi, pedagang kopi keci, dan pedagang kopi besar. Data dianalisis menggunakan analisis tata kelola (governance) rantai nilai global dengan mengidentifikasi tiga variabel yaitu complexity, codify, dan capability. Hasil analisis menunjukkan tipe tata kelola rantai nilai kopi arabika adalah tipe modular dengan kondisi pasar eksplisit rendah (setiap pelaku mengikuti pelaku yang lebih kuat) dan asimetri kekuatan yang rendah serta pelaku yang memiliki kekuatan mengatur rantai nilai adalah konsumen.