Dwi Meiria A
Universitas YPIB Majalengka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRANUL SERBUK LIMBAH IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DENGAN BAHAN TAMBAHAN KULIT BIJI PADI (Oryza Sativa L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas fluorescens Dwi Meiria A; Ris Ayu Nuari; Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi; Tita Haerunnisa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa antibakteri digunakan untuk menghambat pertumbuhan danreproduksi bakteri, terutama bakteri yang bersifat merugikan. Pseudomonas fluorescens merupakan salah satu mikroorganisme antagonis untuk pengendalian hayati dan penginduksi ketahanan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sediaan granul limbah Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas fluorescens serta untuk mengetahui pada konsentrasi berapa yang paling efektif. Metode penelitian ini adalah metode experimen dengan metode cetak lubang. Variabel bebasnya adalah granul pakan dari serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) pada konsentrasi 35% dan bahan pengikat pati kulit padi sebanyak 0,4 Kg dengan konsentrasi pengenceran 1%, 2%, dan 4%. Uji Antibakteri dilakukan secara aseptis menggunakan metode difusi sumuran dengan media agar NA. Dari hasil data uji normalitas adanya data yang tidak berdistribusi normal sehingga pengujian dilanjutkan dengan uji non- parametrik Kruskal Wallis. Dihasilkan nilai Asmyp. Sig 0,001 < 0,05 yang dapat diartikan H0 ditolak H1 diterima, yang artinya granul serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) mempunyai aktivitas antibakteri Pseudomonas fluorescens. Hasil uji Mann Whitney pada konsentrasi 2% menunjukan hasil nilai signifikasi 0,076 > 0,050 dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang paling efektif yaitu konsentrasi 2% karena tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif. 
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN ADHERENCE MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN KALIJAGA CIREBON Dwi Meiria A; Ahmad Azrul Zuniarto; Yenny Sri Wahyuni; Apriyadi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/ezzrct60

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai kondisi meningkatnya tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90 mmHg  pada dua kali pengukuran dalam keadaan istirahat, sesuai pedoman World Health Organization (WHO, 2021). Provinsi Jawa Barat memiliki prevalensi yang tinggi, termasuk di Kota Cirebon dengan 2.319 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan, tingkat adherence, hubungan tingkat pengetahuan dengan adherence, serta hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan dan adherence minum obat antihipertensi pada lansia di Kelurahan Kalijaga, Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang bersifat korelasi dengan menggunakan rancangan cross-sectional yang melibatkan 32 lansia. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pengetahuan hipertensi yang tervalidasi, terdiri dari 15 item, dengan kategori skor rendah (<56%), sedang (56-75%), dan tinggi (>75%). Pengukuran tingkat adherence minum obat diukur menggunakan instrument Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) yang diklarifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu kategori rendah, sedang, dan tinggi. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori sedang, namun tingkat adherence minum obat masuk dalam kategori rendah. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan adherence minum obat antihipertensi (χ², p < 0,001; OR= 48,75). Selain itu, tingkat pendidikan juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan adherence minum obat (p = 0,046). Namun, penelitian ini masih memiliki keterbatasan berupa jumlah sampel yang relative kecil, desain cross-sectional, serta penggunaan instrument self-report. Hasil penelitian mengindikasikan perlunya intervensi edukasi yang lebih terstruktur dan pemantauan minum obat untuk meningkatkan adherence pada lansia hipertensi.