Subagja
STF YPIB Cirebon

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL ANTARA SEDUHAN DAUN TIN (Ficus carica L.) Dengan TEH KOMBUCHA DAUN TIN Bambang Karsidin; Subagja; Revaldi Alfarizi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Perbandingan Kadar Fenolik Total AntaraSeduhanDaun Tin (Ficus carica L.) Dan Teh Kombucha Daun Tin (Ficus carica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar fenolik total antara seduhan daun tin (Ficus carica L.) dan teh kombucha daun tin (Ficus carica L.).  Kadar senyawa fenolik dapat dianalisa menggunakan spektrofotometri UV-Visible. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat dan dinyatakan dalam mg ekivalen asam galat (GAE) per gram simplisia.  Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa seduhan daun tin memiliki kadar fenolik total sebesar 126,3 mg GAE/g, dan kadar fenolik total teh kombucha daun tin sebesar 227,7 mg GAE/g. Hasil menunjukan bahwa perbandingan kadar fenolik total yang terkandung pada teh kombucha daun tin lebih tinggi dibandingkan dengan seduhan daun tin dengan perbandingan 0,5:1. 
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL KULIT KACANG TANAH (Arachis hypogeae L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA TIKUS PUTIH GALUR WISTAR Subagja; Nurfatmawati; Siti Kuswati
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/zjhqx576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan pada dosis berapa ekstrak etanol kulit kacang tanah (Arachis hypogeae L.) dapat menurunkan kadar kolesterol pada tikus putih jantan galur wistar. Pengujian dilakukan dengan mengamati penurunan kadar kolesterol darah sebelum dan sesudah perlakukan menggunakan 15 ekor tikus putih jantan galur wistar dengan berat badan kurang lebih 200 gram, yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu ekstrak kulit Kacang Tanah dosis 60 mg/200 gram BB/hari, ekstrak kulit Kacang Tanah dosis 120 mg/200 gram BB/hari, ekstrak kulit Kacang Tanah dosis 240 mg/200 gram BB/hari, kontrol positif (Suspensi Gemfibrozil) dan kontrol negatif (CMC 1%). Hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan kadar kolesterol darah pada semua kelompok ekstrak etanol kulit Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) dan kontrol positif, sedangkan pada kontrol negatif mengalami kenaikan kadar kolesterol darah. Hasil data yang diperoleh diolah secara statistik dengan analisis ANOVA-one way dan paired t-test dengan taraf kepercayaan 99% dengan menggunkanan aplikasi IBM SPSS versi 21.0 windows menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit Kacang Tanah (Arachis hypogeae L.) pada dosis 240 mg/200 gram BB/hari paling efektif dalam menurunkan kadar kolesterol darah pada tikus putih jantan dan sudah mempunyai efektivitas setara dengan kontrol postif (Suspensi Gemfibrozil).
UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA KELINCI JANTAN Ris Ayu Nuari; Subagja; Ferri Sufriyadi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/j5f4s109

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji efektivitas gel ekstrak daun papaya (Carica papaya L.) terhadap luka bakar pada kelinci jantan. Daun pepaya mengandung saponin, alkaloid, polifenol, tannin dan flavonoid. Saponin dapat memacu pembentukan kolagen dan mempunyai aktivitas sebagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas gel ekstrak daun Pepaya (Carica papaya L.) dengan variasi konsentrasi 2%, 5% dan 8% dan efeknya terhadap penyembuhan luka bakar. Uji efektivitas gel dilakukan pada 3 ekor kelinci, bulu punggung kelinci dicukur dan dianestesi lokal menggunakan etilklorid dan setiap kelinci dibuat 5 perlakuan luka bakar menggunakan lempeng logam panas berdiameter 2 cm. Perlakuan pertama diberi gel ekstrak daun Pepaya 2%, perlakuan ke-2 diberi gel ekstrak daun Pepaya 5%, perlakuan ke-3 diberi gel ekstrak daun Pepaya 8%, perlakuan ke-4 diberi kontrol negatif dan perlakuan ke-5 diberi kontrol positif (Bioplacenton Gel). Pengamatan dilakukan selama 16 hari dengan menggunakan metode skala linkert dan dilakukan pengukuran presentase kesembuhan luka. Uji evaluasi sediaan gel yang dilakukan meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat dan sineresis.  Hasil penelitian menunjukkan gel ekstrak daun Pepaya dengan variasi konsentrasi 2%, 5% dan 8% memenuhi parameter evaluasi sediaan gel. Hasil uji efektivitas menunjukkan gel ekstrak daun Pepaya dengan variasi konsentrasi 2%, 5% dan 8% memilki efek penyembuhan terhadap luka bakar. Dengan konsentrasi 8% memiliki efektivitas lebih cepat yaitu sembuh pada hari ke 10-11, dengan presentase kesembuhan luka 86%.  Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak daun pepaya memiliki efektivitas terhadap luka bakar dengan konsentrasi paling cepat sembuh yaitu pada konsentrasi 8%. 
EFEKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA SUSPENSI EKSTRAK AKAR SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KALIUM BROMAT Subagja; Bambang Karsidin; Seftiviani Mustafa
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1ej82403

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Antihiperurisemia Suspensi Ekstrak Akar Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Kalium Bromat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antihiperurisemia suspensi ekstrak akar seledri (Apium graveolens L.) terhadap tikus putih jantan dan pada dosis tertentu suspensi ekstrak akar seledri (Apium graveolens L.) memberikan efektivitas antihiperurisemia dibandingkan dengan kontrol positif. Sebanyak 15 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok selama 21 hari. Kelompok 1 diberikan kontrol positif Allopurinol dan kelompok 2 diberikan kontrol negatif basis suspensi. Kelompok 3, 4, dan 5 masing-masing diberikan suspensi ekstrak akar seledri dengan dosis yang berbeda-beda 50mg/kgBB, 100mg/kgBB, dan 200mg/kgBB secara peroral. Semua kelompok diinduksi dengan Kalium Bromat dosis 22,2mg/200gram BB. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada minggu ke 1, ke 2, dan ke 3. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan analisa data menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan suspensi ekstrak akar Seledri (Apium graveolens L.) dengan dosis : 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB tidak memiliki efektivitas sebagai antihiperurisemia terhadap tikus putih jantan. 
UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SUSPENSI DAUN CINCAU HIJAU RAMBAT (Cyclea barbata, Miers) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Subagja; Asep Suparman; Elis Nida Gustiani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/9bywj257

Abstract

Panas tinggi atau demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi daripada biasanya atau diatas suhu normal. Umunya terjadi ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan. Suhu badan normal manusia biasanya berkisar antara 36-370C. Demam dapat diderita oleh siapa saja, dari bayi hingga orang berusia paling lanjut sekalipun. Demam sesungguhnya merupakan reaksi alamiah dari tubuh manusia dalam usaha melakukan perlawanan terhadap beragam penyakit yang masuk atau berada di dalam tubuh. Dengan kata lain, demam adalah bentuk mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Salah satu pengobatan tradisional untuk demam adalah dengan menggunakan daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas antipiretik suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) terhadap tikus putih, serta mengetahui stabilitas sediaan suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Parameter yang digunakan adalah penurunan suhu tubuh meliputi besar penurunan suhu tubuh pada pengamatan 3 jam setelah induksi vaksin DTP-HB-Hib. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 15 ekor, terbagi menjadi 5 kelompok, suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G1 (0,8g/200gBB), suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G2 (0,65g/200gBB), suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G3 (0,5g/200gBB), kontrol positif (Parasetamol sirup 0,009g/200gBB), kontrol negatif (Larutan Na-CMC 1%). Analisis data menggunakan metode Analysis Of Variance ANOVA) satu jalur dan dilanjutkan dengan metode Uji T. Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh tikus putih yang diinduksi vaksin DTP-HB-Hib oleh suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Adanya efek antipiretik paling efektif yaitu pada dosis G2 (0,65g/200gBB tikus).
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KRIM EKSTRAK KULIT PEPAYA (Carica papaya L.) DENGAN METODE DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil) Subagja; M. Azka Hanapi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/kp63jx70

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah buah pepaya (Carica papaya L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) yang diukur dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) pada formula I, II, dan III yaitu 5%, 10%, dan 20%. Pengujian aktivitas antioksidan krim ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) menggunakan metode DPPH dengan larutan pembanding vitamin C. Vitamin C dibuat seri konsentrasi 1, 2, 4, 6, dan 8 ppm didapatkan persentase hambatan 2,58%, 8,27%, 25%, 30,34%, dan 36,37%. Evaluasi krim meliputi uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas, dan uji iritasi. Stabilitas krim menggunakan metode Cycling test pada suhu 4 dan 40 . Analisis penelitian menggunakan One Way ANOVA spss versi 21. Langkah awal dalam analisis data melalui uji normalitas, uji homogenitas, uji One Way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% (0,05) dapat disimpulkan bahwa krim esktrak kulit pepaya (Carica papaya L.) pada formula I, II, dan III tidak efektif sebagai antioksidan.
UJI STABILITAS GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) Subagja
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/c4794e47

Abstract

Salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya adalah Kenanga (Cananga odorata). Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri.Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi.Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksperimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili.Uji stabilitas yang digunakan adalah metode Cyling Test. Sediaan gel disimpan pada suhu 40 dan 450. Dari evaluasi sediaan diperoleh hasil gel memenuhi syarat dari organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji sineresis.Dari hasil uji stabilitas diperoleh hasil sediaan gel minyak atsiri bunga kenanga stabil dalam penyimpanan 12 hari (6 siklus).
UJI EFEKTIVITAS ANTIINFLAMASI SUSPENSI EKSTRAK KULIT WORTEL (Daucus carrota L.) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KARAGENAN Subagja; Bambang Karsidin; Siti Hadiyanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/3ypf0f35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) memiliki efektivitas dalam menurunkan volume udema dan menentukan konsentrasi suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) yang dapat menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus).Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian 15 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) dengan berat badan ±200 gram yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (Bufect), kontrol negatif (suspensi Na.CMC), suspensi ekstrak kulit wortel konsentrasi I (7,5%), konsentrasi II (11,2%), dan konsentrasi III (14,93%). Pemberian senyawa uji dilakukan secara peroral, setelah 1 jam kaki tikus diinduksi karagenan 1%.Penelitian dilakukan selama 6 jam. Data hasil pengukuran volume udema dianalisis menggunakan uji analisis statistik ANOVA dan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) mempunyai efektivitas dalam menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus) serta suspensi ekstrak kulit wortel (Daucus carrota L.) konsentrasi 14,93% mempunyai efektivitas paling tinggi dalam menurunkan volume udema pada kaki tikus putih (Rattus norvegicus) dengan persentase daya antiinflamasi sebesar 32,37%.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUSPENSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi Subagja; Cecep Budiman
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/c3smmf44

Abstract

Beberapa tanaman di Indonesia memiliki khasiat sebagai obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang salah satunya ialah pepaya yang diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dengan perbedaan konsentrasi suspensi ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap Salmonella typhi. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan cara sumuran. Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa dengan metode analisa varians satu arah (one way anova). Data ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 15%, 20% dan 25% telah memberikan aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri uji. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa setiap seri konsentrasi ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori daya hambat lemah terhadap Salmonella typhi.
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Ekstrak Daun Teh Hijau (Camelia sinensis) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikril hidrazil) Subagja; Bambang Karsidin; Dewi Permatasari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/b6087x38

Abstract

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat aktivitas radikal bebas. Salah satu tanaman di Indonesia yang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan adalah daun teh hijau (Camelia sinensis). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sediaan krim esktrak daun teh hijau (Camelia sinensis) yang diukur dengan menggunakan metode DPPH. Ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut alkohol 70% dan dibuat sediaan krim menggunakan variasi konsentrasi ekstrak daun teh hijau (Camelia sinensis) pada formula I, II, dan III yaitu 2%, 4%, dan 6%. Kemudian di uji aktivitas antioksidannya menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa krim ekstrak daun teh hijau pada konsentrasi 6% memiliki aktivitas antioksidan paling optimal dengan nilai IC50 sebesar 167,579 ppm yang termasuk dalam kategori antioksidan lemah.