Bambang Karsidin
Universitas YPIB Majalengka

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PERBANDINGAN KADAR FENOLIK TOTAL ANTARA SEDUHAN DAUN TIN (Ficus carica L.) Dengan TEH KOMBUCHA DAUN TIN Bambang Karsidin; Subagja; Revaldi Alfarizi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Perbandingan Kadar Fenolik Total AntaraSeduhanDaun Tin (Ficus carica L.) Dan Teh Kombucha Daun Tin (Ficus carica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar fenolik total antara seduhan daun tin (Ficus carica L.) dan teh kombucha daun tin (Ficus carica L.).  Kadar senyawa fenolik dapat dianalisa menggunakan spektrofotometri UV-Visible. Penentuan kadar fenolik total menggunakan metode Folin-Ciocalteu dengan standar asam galat dan dinyatakan dalam mg ekivalen asam galat (GAE) per gram simplisia.  Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa seduhan daun tin memiliki kadar fenolik total sebesar 126,3 mg GAE/g, dan kadar fenolik total teh kombucha daun tin sebesar 227,7 mg GAE/g. Hasil menunjukan bahwa perbandingan kadar fenolik total yang terkandung pada teh kombucha daun tin lebih tinggi dibandingkan dengan seduhan daun tin dengan perbandingan 0,5:1. 
PENGARUH PEMUTARAN VIDEO SWAMEDIKASI OBAT MAAG TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DI PUSKESMAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH Yenny Sri Wahyuni; Bambang Karsidin; Saifatul Husna Rodiah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/q2en2f33

Abstract

Penyakit maag merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat dan salah satu penyakit yang dapat diobati dengan cara swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemutaran video swamedikasi obat maag terhadap tingkat pengetahuan pasien di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan sampel 118 pasien. Insrumen yang digunakan berupa kuesioner pretest dan post test serta video sebagai media edukasi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji T paired sample test dengan nilai sig (2-tailed) <0,05. Hasil uji T paired sample test memberikan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan video terhadap pengetahuan swamedikasi obat maag pada pasien di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah dimana tingkat pengetahuan pasien meningkat setelah adanya penayangan video dengan rata-rata nilai pretest dan posttest adalah 60,72 (kategori cukup) dan 83,51(kategori baik) 
ANALISIS DRPs PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PELAYANAN RAWAT INAP DI RSUD X KABUPATEN KUNINGAN Bambang Karsidin; Siti Pandanwangi TW; Arum Mariya; Ade Joharudin; Dedy Setriyadi; Ris Ayu Nuari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/xff8gp48

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan sekresi insulin yang progresif yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Ini terjadi karena tetapi insulin tidak bisa membawa glukosa masuk ke dalam jaringan karena terjadi resistensi insulin yang merupakan turunnya kemampuan insulin untuk menghambat produksi glukosa oleh hati, sehingga mengakibatkan rentan terjadinya Drug related problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepatan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, interaksi obat, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien dalam terapi pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan pengambilan data rekapitulasi medik secara retrospektif. Dari 254 pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan, jumlah sampel yang diambil sebanyak 72 pasien yang mmemenuhi kriteria inklusi. Analisis kejadian DRPs dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan buku standar secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada kejadian Drug related problems pada pasien diabetes melitus tipe 2 diRSUD X Kabupaten Kuningan. Persentase kejadian DRPs kategori indikasi tanpa obat tidak terdapat kasus yang terjadi, obat tanpa indikasi terdapat 1 kasus (1,4%), ketidaktepatan pemilihan obat sebanyak 5 kasus (6,9%), dosis rendah sebanyak 4 kasus (5,6%), dosis tinggi sebanyak 4 kasus (5,6%), interaksi obat sebanyak 21 kasus (29,1%), kategori efek samping 35 kasus (48,6%), dan tingkat kepatuhan pasien rendah sebanyak 37 kasus (51,4%) .
HUBUNGAN PENGGUNAAN NON STEROID ANTI-INFLAMMATORY DRUG (NSAIDS) PADA PENGOBATAN DISMENORE DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWI FARMASI UNIVERSITAS YPIB MAJALENGKA Bambang Karsidin; Siti Pandanwangi TW; Dwi Lestari Suryaningrum; Ross Puspita Ayu; Iid Nurdiansyah; Dwi Meiria Andriswana
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/tcb3ta45

Abstract

Dismenorea atau kram menstruasi dipicu oleh kontraksi otot rahim yangsangat kuat. Salah satu alternatif untuk mengurangi rasa nyeri adalah penggunaan. Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs). NSAIDs dapat mengakibatkan efek samping pada saluran cerna dengan gejala klinis berupa dispepsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan NSAIDs pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia pada mahasiswi farmasi Universitas YPIB Majalengka. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional (potong silang). Subjek penelitian berjumlah 60 orang yang diambil dengan menggunakan metode simple rondom sampling dengan kriteria inklusi mengalami dismenorea selama menstruasi dan bersedia menjadi subjek penelitian. Instrumen penelitian ini berupa kuisioner yang meliputi penggunaan obat, dosis, waktu penggunaan, dan jangka waktu penggunaan NSAIDs pada pengobatan dismenorea yang dihubungkan dengan kejadian dispepsia. Data hasil kuisioner dianalisis dengan uji statistik chi square. Hasil uji chi square antara penggunaan jenis obat NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 8,403 dan nilai α-sig = 0,078. Hasil uji chi square antara dosis NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 4,96 dan nilai  α sig = 0,291. Hasil uji chi square antara waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 6,969 dan nilai α-sig = 0,138. Hasil uji chi square antara jangka waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai pvalue = 3,365 dan nilai α-sig = 0,499. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis obat, dosis, waktu penggunaan, jangka waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia pada pengobatan dismenorea. 
LEAFLET SEBAGAI MEDIA EDUKASI NAPZA MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU Rizki Rahmah Fauzia; Bambang Karsidin; Yulianti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 9 No 2 (2026): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/3b11es40

Abstract

Latar Belakang. Menurut hasil survei nasional tahun 2023, ada 1,73% dari orang usia 15 hingga 24 tahun yang mengalami penyalahgunaan napza, sementara hasil data dari Polres Sumedang terjadi 17 kasus penyalahgunaan napza dalam dua bulan dikarenakan masih adanya penyalahgunaan napza. Oleh karena itu diperlukan cara untuk melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi melalui media leaflet. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa tinggi pengetahuan dan sikap siswa sebelum dan setelah mendapat edukasi serta menguji pengaruh edukasi dan hubungan antara data demografi terhadap pengetahuan dan sikap siswa terkait napza. Metode. Desain pre-eksperimen digunakan untuk menguji kelompok sebelum dan sesudah intervensi. Sampling proporsional, atau purposive, digunakan untuk mengumpulkan sampel, yang terdiri dari 70 siswa dari SMK Pemuda 1 Sumedang. Analisis data menggunakan uji sampel berpasang-pasang t dan uji chi-kuadrat. Kuesioner pre-test dan post-test, yang disajikan dalam bentuk leaflet, digunakan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, pekerjaan orang tua, dan tingkat pendidikan tidak terbukti memiliki hubungan antara pengetahuan dan sikap siswa. Rata-rata pengetahuan siswa sebelum pendidikan adalah 82% dan setelah pendidikan meningkat menjadi 98%, dan sikap siswa rata-rata adalah 75% dan setelah pendidikan meningkat menjadi 87%. Hasil uji t-paired sample test menunjukkan nilai 0,000. Kesimpulan. Tingkat pengetahuan siswa terjadi peningkatan persentase, sedangkan pada tingkat perilaku siswa terjadi peningkatan dari kategori baik menjadi sangat baik setelah menggunakan leaflet sebagai media edukasi napza.