Asep Suparman
STF YPIB Cirebon

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UJI EFEKTIFITAS ANALGETIK SUSPENSI DAUN SONGGOLANGIT (Tridax procumbens L.) PADA MENCIT Rahma Nafi’ah; Asep Suparman; Deby Gunawan
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/9gwmec54

Abstract

Telah dilakukan penelitian Uji Efektivitas Analgetik Suspensi Daun Songgolangit (Tridax procumbens L) Pada Mencit, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh efek analgetik suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) pada mencit dan pada konsentrasi berapa efektif sebagai analgetik. Pengujian dilakukan dengan menggunakan suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) dengan beberapa konsentrasi (20%, 40%, 60%) dan diberikan dengan cara oral (sonde) yang sebelumnya mencit telah dibuat sakit dengan diinduksi asam asetat secara intra peritoneal. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) berpengaruh terhadap efek analgetik pada semua konsentrasi (20%, 40%, 60%), terjadinya jumlah geliat untuk masing-masing konsentrasi adalah 20% : 107,3, 40% : 106, 60% : 59, k(+) : 54,6, dan k(-) : 205,3 dan hipotesis dari penelitian ini adalah H0 : suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) tidak berhasiat sebagai analgetik pada konsentrasi tertentu. H1 : suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) berhasiat sebagai analgetik pada konsentrasi tertentu. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan suspensi daun songgolangit (Tridax procumbens L) sudah memiliki dan menunjukan efek analgetik maka semakin kental efektivitasnya semakin tinggi.
UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SUSPENSI DAUN CINCAU HIJAU RAMBAT (Cyclea barbata, Miers) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Subagja; Asep Suparman; Elis Nida Gustiani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/9bywj257

Abstract

Panas tinggi atau demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi daripada biasanya atau diatas suhu normal. Umunya terjadi ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan. Suhu badan normal manusia biasanya berkisar antara 36-370C. Demam dapat diderita oleh siapa saja, dari bayi hingga orang berusia paling lanjut sekalipun. Demam sesungguhnya merupakan reaksi alamiah dari tubuh manusia dalam usaha melakukan perlawanan terhadap beragam penyakit yang masuk atau berada di dalam tubuh. Dengan kata lain, demam adalah bentuk mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Salah satu pengobatan tradisional untuk demam adalah dengan menggunakan daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas antipiretik suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) terhadap tikus putih, serta mengetahui stabilitas sediaan suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Parameter yang digunakan adalah penurunan suhu tubuh meliputi besar penurunan suhu tubuh pada pengamatan 3 jam setelah induksi vaksin DTP-HB-Hib. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 15 ekor, terbagi menjadi 5 kelompok, suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G1 (0,8g/200gBB), suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G2 (0,65g/200gBB), suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G3 (0,5g/200gBB), kontrol positif (Parasetamol sirup 0,009g/200gBB), kontrol negatif (Larutan Na-CMC 1%). Analisis data menggunakan metode Analysis Of Variance ANOVA) satu jalur dan dilanjutkan dengan metode Uji T. Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh tikus putih yang diinduksi vaksin DTP-HB-Hib oleh suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Adanya efek antipiretik paling efektif yaitu pada dosis G2 (0,65g/200gBB tikus).
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP DAYA INGAT TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) DENGAN METODE LABIRIN Asep Suparman; Rizki Rahmah Fauzia; Deden Suwandhy
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ps0p9590

Abstract

Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) mengandung senyawa Flavonoid dan Vitamin C yang mampu meningkatkan daya ingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) terhadap daya ingat tikus jantan (Rattus norvegicus) yang di uji dengan metode labirin. Ekstraksi menggunakan maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Pada penelitian ini, 15 ekor tikus jantan dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu X1 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 160 mg/200grBB), X2 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 180 mg/200grBB), X3 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 200 mg/200grBB), Kontrol Positif (Pyritinol), dan Kontrol Negatif (Suspending Agent). Seluruh kelompok dimasukan kedalam labirin selama 18 hari dan mencatat waktu tikus menyelesaikan labirin. Sediaan diberikan dihari ke-8 dan dihentikan pada hari ke-18. Data dianalisis dengan uji Krukal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata waktu tempuh X1 (456,20 detik), X2 (293,02 detik), X3 (475,54 detik), Kontrol Positif (377,76), dan Kontrol Negatif (442,29). Hasil uji Mann Whitney menunjukan bahwa suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) pada dosis 160 mg/200grBB dan dosis 180 mg/200grBB tidak memiliki perbedaan efektivitas dengan Pyritinol terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki efektivitas terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin.
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP DAYA INGAT TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) DENGAN METODE LABIRIN Asep Suparman
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/5t7etg76

Abstract

Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) mengandung senyawa Flavonoid dan Vitamin C yang mampu meningkatkan daya ingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) terhadap daya ingat tikus jantan (Rattus norvegicus) yang di uji dengan metode labirin. Ekstraksi menggunakan maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Pada penelitian ini, 15 ekor tikus jantan dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu X1 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 160 mg/200grBB), X2 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 180 mg/200grBB), X3 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 200 mg/200grBB), Kontrol Positif (Pyritinol), dan Kontrol Negatif (Suspending Agent). Seluruh kelompok dimasukan kedalam labirin selama 18 hari dan mencatat waktu tikus menyelesaikan labirin. Sediaan diberikan dihari ke-8 dan dihentikan pada hari ke-18. Data dianalisis dengan uji Krukal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata waktu tempuh X1 (456,20 detik), X2 (293,02 detik), X3 (475,54 detik), Kontrol Positif (377,76), dan Kontrol Negatif (442,29). Hasil uji Mann Whitney menunjukan bahwa suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) pada dosis 160 mg/200grBB dan dosis 180 mg/200grBB tidak memiliki perbedaan efektivitas dengan Pyritinol terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki efektivitas terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin.
UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus Norvegicus) Asep Suparman; Nurpatmawati; Wahyuni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/1sypa242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun Alpukat terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan.Obat tradisional berasal dari tanaman, hewan, dan mineral, sediaan galenic atau campuran bahan-bahan yang diturunkan dari generasi telah digunakan untuk pengobatan.Penelitian sebelumnya menyatakan daun Alpukat memiliki banyak manfaat dimana salah satunya dalam pengobatan luka.Ekstrak daun alpukat diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka bakar dengan caradioleskan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Kandungan kimia daun alpukat antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dimana zat bioaktif tersebut diketahui yang potensi sebagai penyembuh luka bakar serta stabilitas sediaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboratorium, daun Alpukat diambil pada bagian daun yang tidak terlalu tua (daun kelima dari pucuk). Daun alpukat dibersihkan terlebih dahulu dengan air kemudian dikeringkan dan dihaluskan, ±100 gram lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 5 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan identifikasi senyawa aktif dan ditemukan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada tahap selanjutnya, ekstrak daun Alpukat dibuat sediaan gel dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5% b/b dalam bahan dasar gel yang terdiri dari HPMC, dan propilen glikol. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas dan uji iritasi. Gel yang dihasilkan berwarna kuning kehijauan, homogen, dengan rata-rata pH 6, daya sebar 5,5 cm, daya lekat 4 detik dan tidak menimbulkan iritasi. Efektivitas penyembuhan luka bakar pada tikus jantan ditemukan pada konsentrasi gel ekstrak daun alpukat 5% b/b. Gel ekstrak daun Alpukat pada semua konsentrasi relatif stabil selama penyimpanan pada suhu 40 C dan 400 C selama 12 hari.