Dwi Meiria Andriswana
Universitas YPIB Majalengka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGGUNAAN NON STEROID ANTI-INFLAMMATORY DRUG (NSAIDS) PADA PENGOBATAN DISMENORE DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWI FARMASI UNIVERSITAS YPIB MAJALENGKA Bambang Karsidin; Siti Pandanwangi TW; Dwi Lestari Suryaningrum; Ross Puspita Ayu; Iid Nurdiansyah; Dwi Meiria Andriswana
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/tcb3ta45

Abstract

Dismenorea atau kram menstruasi dipicu oleh kontraksi otot rahim yangsangat kuat. Salah satu alternatif untuk mengurangi rasa nyeri adalah penggunaan. Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs). NSAIDs dapat mengakibatkan efek samping pada saluran cerna dengan gejala klinis berupa dispepsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan NSAIDs pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia pada mahasiswi farmasi Universitas YPIB Majalengka. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional (potong silang). Subjek penelitian berjumlah 60 orang yang diambil dengan menggunakan metode simple rondom sampling dengan kriteria inklusi mengalami dismenorea selama menstruasi dan bersedia menjadi subjek penelitian. Instrumen penelitian ini berupa kuisioner yang meliputi penggunaan obat, dosis, waktu penggunaan, dan jangka waktu penggunaan NSAIDs pada pengobatan dismenorea yang dihubungkan dengan kejadian dispepsia. Data hasil kuisioner dianalisis dengan uji statistik chi square. Hasil uji chi square antara penggunaan jenis obat NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 8,403 dan nilai α-sig = 0,078. Hasil uji chi square antara dosis NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 4,96 dan nilai  α sig = 0,291. Hasil uji chi square antara waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 6,969 dan nilai α-sig = 0,138. Hasil uji chi square antara jangka waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai pvalue = 3,365 dan nilai α-sig = 0,499. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis obat, dosis, waktu penggunaan, jangka waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia pada pengobatan dismenorea. 
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP GAMBARAN FRAGILITAS ERITROSIT PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIPAPARI TUAK Siti Pandanwangi; Dwi Meiria Andriswana; Miah Androeni; Neysa Zahra N
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/qfxqqc24

Abstract

Tuak adalah hasil sadapan yang diambil dari mayang enau atau aren (Arenga pinnata) sejenis minuman yang merupakan hasil dari fermentasi dari bahan minuman atau buah yang mengandung gula. Tuak menyebabkan kerusakan pada eritrosit. Vitamin E adalah antioksidan yang dapat melindungi membran sel dari radikal bebas. Fragilitas eritrosit adalah kemampuan membran eritrosit untuk melawan tekanan osmosis di sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran fragilitas eritrosit pada mencit (Mus musculus) yang dipapari tuak dan vitamin E serta untuk mengetahui perbedaan fragilitas eritrosit pada setiap kelompok perlakuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental.Penelitian ini menggunakan 27 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 3 kelompok dan diberi perlakuan berbeda selama 15 hari. Kelompok pertama adalah kontrol positif yang diberi vitamin E 0,25mg/20gBB secara oral. Kelompok kedua diberi vitamin E 0,25mg/20gBB dan tuak 0,5ml/hari/ekor secara oral. Kelompok ketiga sebagai kontrol negatif diberi tuak 0,5ml/ekor/hari secara oral. Pada penelitian ini menggunakan uji parametrik. Pemberian vitamin E pada mencit yang dipapari tuak dapat melindungi eritrosit dari kerusakan akibat radikal bebas yang dihasilkan oleh alkohol dalam minuman tuak.