Siti Pandanwangi TW
Universitas YPIB Majalengka

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS DRPs PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PELAYANAN RAWAT INAP DI RSUD X KABUPATEN KUNINGAN Bambang Karsidin; Siti Pandanwangi TW; Arum Mariya; Ade Joharudin; Dedy Setriyadi; Ris Ayu Nuari
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/xff8gp48

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan sekresi insulin yang progresif yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Ini terjadi karena tetapi insulin tidak bisa membawa glukosa masuk ke dalam jaringan karena terjadi resistensi insulin yang merupakan turunnya kemampuan insulin untuk menghambat produksi glukosa oleh hati, sehingga mengakibatkan rentan terjadinya Drug related problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepatan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, interaksi obat, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien dalam terapi pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan pengambilan data rekapitulasi medik secara retrospektif. Dari 254 pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan, jumlah sampel yang diambil sebanyak 72 pasien yang mmemenuhi kriteria inklusi. Analisis kejadian DRPs dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan buku standar secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada kejadian Drug related problems pada pasien diabetes melitus tipe 2 diRSUD X Kabupaten Kuningan. Persentase kejadian DRPs kategori indikasi tanpa obat tidak terdapat kasus yang terjadi, obat tanpa indikasi terdapat 1 kasus (1,4%), ketidaktepatan pemilihan obat sebanyak 5 kasus (6,9%), dosis rendah sebanyak 4 kasus (5,6%), dosis tinggi sebanyak 4 kasus (5,6%), interaksi obat sebanyak 21 kasus (29,1%), kategori efek samping 35 kasus (48,6%), dan tingkat kepatuhan pasien rendah sebanyak 37 kasus (51,4%) .
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TOGA DENGAN PEMANFAATAN TOGA PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK STUNTING Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi TW; Yenny Sri Wahyuni; Tatik Sofiyani Suhada; Rai Fadiilah Akbar
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/p20y6q24

Abstract

Pengetahuan tentang tanaman obat keluarga sudah ada sejak jaman dahulu. Diantara manfaat dan kegunaannya baik untuk upaya peningkatan kesehatan, mencegah dari penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan. Berdasarkan hasil laporan nasional Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, proporsi pemanfaatan TOGA di Indonesia sebesar 24,6%. Pemanfaatan TOGA untuk kesehatan balita dapat diawali dari tanaman yang ada di pekarangan rumah atau di lingkungan tempat tinggal. Dengan pengetahuan yang benar tentang pemanfaatan TOGA bagi kesehatan balita akan mendorong peningkatan pengobatan balita yang sakit maupun mencegah sakit dengan meningkatkan daya tahan tubuh balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode observasional analitik dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden ibu anak stunting. Data dikumpulkan melalui kuesioner penelitian. Hasil uji tingkat pengetahuan tentang TOGA terdapat 44 responden dengan pengetahuan baik (88%). Perilaku pemanfaatan TOGA dengan kategori cukup 26 responden (52%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting dengan nilai p-value sebesar 0,001, korelasi sedang (0,455) dengan arah korelasi positif. 
HUBUNGAN PENGGUNAAN NON STEROID ANTI-INFLAMMATORY DRUG (NSAIDS) PADA PENGOBATAN DISMENORE DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWI FARMASI UNIVERSITAS YPIB MAJALENGKA Bambang Karsidin; Siti Pandanwangi TW; Dwi Lestari Suryaningrum; Ross Puspita Ayu; Iid Nurdiansyah; Dwi Meiria Andriswana
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/tcb3ta45

Abstract

Dismenorea atau kram menstruasi dipicu oleh kontraksi otot rahim yangsangat kuat. Salah satu alternatif untuk mengurangi rasa nyeri adalah penggunaan. Non Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs). NSAIDs dapat mengakibatkan efek samping pada saluran cerna dengan gejala klinis berupa dispepsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan NSAIDs pada pengobatan dismenorea dengan kejadian dispepsia pada mahasiswi farmasi Universitas YPIB Majalengka. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan menggunakan desain cross sectional (potong silang). Subjek penelitian berjumlah 60 orang yang diambil dengan menggunakan metode simple rondom sampling dengan kriteria inklusi mengalami dismenorea selama menstruasi dan bersedia menjadi subjek penelitian. Instrumen penelitian ini berupa kuisioner yang meliputi penggunaan obat, dosis, waktu penggunaan, dan jangka waktu penggunaan NSAIDs pada pengobatan dismenorea yang dihubungkan dengan kejadian dispepsia. Data hasil kuisioner dianalisis dengan uji statistik chi square. Hasil uji chi square antara penggunaan jenis obat NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 8,403 dan nilai α-sig = 0,078. Hasil uji chi square antara dosis NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 4,96 dan nilai  α sig = 0,291. Hasil uji chi square antara waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai p-value = 6,969 dan nilai α-sig = 0,138. Hasil uji chi square antara jangka waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia diperoleh nilai pvalue = 3,365 dan nilai α-sig = 0,499. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis obat, dosis, waktu penggunaan, jangka waktu penggunaan NSAIDs dengan kejadian dispepsia pada pengobatan dismenorea.