Afriyani
Universitas Lampung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LITERATURE REVIEW : AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper Betle L.) DENGAN BERBAGAI JENIS TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus Aureus Jazaul Fariha Al Hanif; Ihsanti Dwi Rahayu; Afriyani; Tri Umiana Soleha
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 8 No 1 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas YPIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/e863b469

Abstract

Infeksi bakteri merupakan penyebab utama penyakit menular yang sampai kini masih menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti penanganannya. Salah satu bakteri penyebab infeksi yang sering ditemui yaitu Staphylococcus aureus. Bakteri ini dapat mengembangkan kasus resistensi terhadap antibiotik. Pengobatan alternatif dibutuhkan untuk menekan kasus resistensi bakteri. Berbagai tanaman telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan salah satu tanaman yang sudah dikenal secara luas akan khasiatnya yaitu daun sirih hijau (Pipe betle L.). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi melalui telaah kajian pustaka terkait potensi aktivitas antibakteri dari daun sirih hijau (Piper betle L.) yang dikombinasikan dengan tanaman lain terhadap Staphylococcus aureus. Studi ini menggunakan metode literature review dengan memanfaatkan data sekunder berupa jurnal dan artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2014-2024, yang diperoleh melalui pencarian menggunakan database ResearchGate dan Google Scholar. Pencarian ini menggunakan beberapa kriteria inklusi serta kata kunci yang sesuai, sehingga diperoleh 9 artikel yang topik pembahasannya sesuai dengan kriteria Hasil review 9 artikel yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) yang dikombinasikan dengan jahe merah, lemon, daun basil, daun legundi, batang serai, daun mint, daun pepaya, daun lidah buaya, dan daun kelor, menghasilkan daya hambat yang bervariasi terhadap jenis bakteri Staphylococcus aureus dimana daya hambat terbesar yaitu 31,3 mm yang diperoleh dari pengombinasian daun sirih hijau dan daun basil. Berdasarkan literature review ini diperoleh kesimpulan bahwa konsentrasi ekstrak yang tinggi tidak selalu memberikan efek daya hambat yang tinggi pula.