Herdiansyah Gustira Pramudia Suryono
Universitas Telkom

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TRANSFORMASI ORGANISASI MELALUI PROGRAM INOVATIF DENGAN PENDEKATAN DESIGN THINKING BAGI TENAGA PENGAJAR DAN STAF PENDUKUNG OUR DREAM INDONESIA BANDUNG Citra Kusuma Dewi; Fitriani Nur Utami; Herdiansyah Gustira Pramudia Suryono
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7788

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hak mendasar bagi setiap individu. Begitu juga dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) yaitu mereka yang memiliki keterbatasan seperti fisik, psikis atau intelektual. Our Dream Indonesia (ODI)  didirikan pada tahun 2003 sebagai lembaga pendidikan yang berpusat pada Pusat Terapi Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Berkebutuhan Khusus. Konsep ODI dalam proses pembelajarannya adalah Functional, Integrated, dan Teamwork. Sebagai satu-satunya lembaga pendidikan yang menyediakan layanan serta pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dengan kategori kebutuhan khusus dan usia anak didik yang sangat variatif, ODI dituntut untuk memberikan layanan yang terbaik sekaligus mengembangkan organisasinya. Namun demikian, dengan keterbatasan sumber daya (manusia dan dana) dan  jumlah anak didik yang terus bertambah serta kebutuhan yang variatif membuat ODI harus memanfaatkan semaksimal mungkin sumber daya yang ada. Hal ini mengakibatkan tumpang tindihnya pekerjaan dan tidak adanya waktu dan pemikiran khusus untuk pengembangan ODI sebagai organisasi di masa depan. Solusi bagi  ODI  salah satunya adalah berupa pelatihan dengan pendekatan design thinking dengan judul  “Transformasi Organisasi Melalui Program Inovatif dengan Pendekatan Design Thinking bagi Tenaga Pengajar dan Staf Pendukung Our Dream Indonesia Bandung”. Pelatihan ini menggunakan pendekatan design thinking yaitu metodologi yang mengilhami seluruh rangkaian kegiatan inovasi dengan etos desain yang berpusat pada manusia. Pendekatan design thinking yang digunakan dalam kegiatan workshop kali ini mengacu pada model double diamond dari Design Council. Tahapan pelatihan dengan pendekatan design thinking ini meliputi tahapan Discover, Define, Ideate dan Prototype.  Kegiatan dilakukan pada bulan Juni 2024 dengan melibatkan para tenaga pengajar dan staf pendukung ODI.
Inkubasi Kewirausahaan Agribisnis Pada Kelembagaan Ekonomi Petani Organik Mukti Sadaya Menuju Usaha Bernilai Tambah Herdiansyah Gustira Pramudia Suryono; Dematria Pringgabayu; Ashri Putri Rahadi; Yogi Suprayogi
Cahaya Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Apik Cahaya Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61971/cp.v3i1.313

Abstract

The Organic Farmers Economic Institution (KEP Organik Mukti Sadaya) encountered several challenges in developing its agribusiness, including dependence on selling unhusked rice and bulk rice, the absence of a structured business model, limited capability in calculating the Cost of Goods Sold (COGS), and inadequate product branding and marketing strategies. This community service program aimed to strengthen the entrepreneurial capacity of farmers through the implementation of an Agribusiness Entrepreneurship Incubation Model. The program was conducted over five months using participatory training, business coaching, implementation, and continuous monitoring and evaluation. The incubation process consisted of five stages: needs assessment, entrepreneurial mindset development, business development, implementation, and program evaluation. The results showed that the participants successfully developed a Business Model Canvas (BMC), calculated the Cost of Goods Sold (COGS), established product branding and packaging, designed digital marketing strategies, and prepared a business development roadmap. The program also achieved a Community Satisfaction Index of 92.6%, indicating a very high level of participant satisfaction. The Agribusiness Entrepreneurship Incubation Model proved effective in supporting the transformation of farmer groups toward value-added and sustainable agribusiness
PENERAPAN DESIGN THINKING DALAM PENGEMBANGAN PRODUK FURNITUR BERBASIS LIMBAH KAYU UNTUK MENCIPTAKAN NILAI BERKELANJUTAN Raden Meina Widiastuti; Herdiansyah Gustira Pramudia Suryono
SISTEMIK (Jurnal Nasional Ilmu Teknik) Vol 13 No 2 (2025): SISTEMIK : Jurnal Ilmiah Nasional Bidang Ilmu Teknik
Publisher : Universitas Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53580/sistemik.v13i2.190

Abstract

Industri furnitur di sentra produksi seperti Jepara menghasilkan limbah kayu sebesar 20–30% dari total bahan baku yang digunakan, yang sebagian besar belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya memiliki nilai ekonomi rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi material limbah dan penciptaan nilai berkelanjutan pada industri furnitur skala usaha kecil dan menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan design thinking dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah kayu menjadi produk furnitur bernilai tambah serta menciptakan sustainable value creation berbasis prinsip triple bottom line dalam kerangka circular economy. Penelitian menggunakan pendekatan action research dengan desain campuran (mixed-method) melalui implementasi lima tahapan design thinking pada 20 orang perajin furnitur di Jepara, serta pengujian persepsi terhadap 105 konsumen potensial menggunakan kuesioner skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan design thinking meningkatkan pemanfaatan limbah kayu hingga rata-rata 70% dalam pengembangan prototipe produk baru. Uji reliabilitas menunjukkan seluruh variabel memiliki Cronbach’s Alpha di atas 0,80, sementara analisis regresi mengindikasikan bahwa persepsi keberlanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay (? = 0,678; p < 0,001; R² = 0,419). Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak hanya menghasilkan dampak lingkungan, tetapi juga memengaruhi respons ekonomi melalui kesiapan konsumen untuk membayar. Secara konseptual, penelitian ini mengembangkan model integratif yang menghubungkan design thinking sebagai mekanisme inovasi dengan implementasi circular economy dan pengukuran triple bottom line dalam menciptakan nilai berkelanjutan pada industri furnitur berbasis limbah kayu.