Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Pemasaran Digital untuk Bina Desa Wisata Cibodas Kecamatan Pasirjambu Kabupaten Bandung Indrawati; Putri Fariska; Didin Kristinawati
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 2 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v4i2.8489

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Wisata Cibodas terhadap konsep pemasaran digital, dengan fokus pada platform TikTok dan TikTok Ads. Pelatihan ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan potensi desa wisata secara efektif. Metodologi yang digunakan mencakup pendekatan partisipatif melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman peserta, serta penyebaran kuesioner guna mengevaluasi penerimaan dan kepuasan terhadap program. Analisis data dilakukan dengan metode statistik deskriptif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman rata-rata sebesar 33,26% setelah pelatihan, mengindikasikan keberhasilan transfer pengetahuan dan keterampilan kepada peserta. Umpan balik peserta mencerminkan penerimaan yang sangat positif, dengan skor tertinggi sebesar 3,67 untuk aspek penerimaan masyarakat terhadap program ini. Pelatihan juga berhasil memperkenalkan strategi pemasaran digital berbasis kreativitas dan interaksi, yang relevan dengan konteks pengembangan desa wisata berbasis keberlanjutan. Namun, kegiatan ini memiliki beberapa kekurangan, seperti keterbatasan durasi pelatihan dan kurangnya pemetaan kebutuhan masyarakat yang lebih mendalam sebelum pelaksanaan program. Untuk penelitian atau program pengabdian selanjutnya, direkomendasikan untuk menambah durasi pelatihan, melakukan survei kebutuhan yang lebih terperinci, serta menyediakan pendampingan pasca-pelatihan untuk memastikan penerapan strategi pemasaran yang berkelanjutan. Temuan ini berkontribusi pada literatur pemasaran digital desa wisata dan memberikan implikasi praktis bagi pengembangan strategi promosi di tingkat komunitas.
Pemasaran Digital bagi Pekerja Migran di Taiwan: Strategi Efektif Menjangkau Pasar Diaspora Nurvita Trianasari; Didin Kristinawati; Roy Budiharjo; Ardio Sagita; Aulia Ferina Sendhitasari; Muhammad Ilham Rizky Putra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v5i2.1827

Abstract

Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan pekerja migran Indonesia di Taiwan melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang strategi pemasaran digital untuk menjangkau pasar diaspora secara efektif, sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital mereka guna pengelolaan pendapatan dan perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih baik. Metodologi/pendekatan: Program dilaksanakan di Hsinchu Islamic Association (HIA), Hsinchu, Taiwan, pada 27 Juli 2025, dengan melibatkan 18 pekerja migran Indonesia berusia 30–53 tahun. Kegiatan menggunakan pendekatan hibrida (luring dan daring) dengan metode ceramah dan presentasi, dilanjutkan sesi diskusi interaktif. Instrumen evaluasi mencakup kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta kuesioner evaluasi program menggunakan skala Likert tujuh poin (1=Sangat Tidak Setuju hingga 7=Sangat Setuju) yang mencakup lima aspek: kesesuaian dengan tujuan program, relevansi terhadap kebutuhan komunitas, kecukupan alokasi waktu, responsivitas tim, dan harapan keberlanjutan program. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan statistik deskriptif dan uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil/temuan: Program mencapai tingkat kepuasan yang menonjol, dengan 87,5% hingga 100% responden memberikan respons positif pada seluruh aspek evaluasi tanpa umpan balik negatif. Capaian tertinggi ada pada kualitas layanan tim (93,8% sangat setuju) dan harapan keberlanjutan program (81,3% sangat setuju). Tiga aspek (alokasi waktu, responsivitas tim, dan keberlanjutan) memperoleh 100% respons positif. Seluruh responden menyatakan minat kuat agar program dilanjutkan, yang menandakan keberhasilan transfer pengetahuan dan terbangunnya relasi bermakna dengan komunitas diaspora. Kesimpulan: Program berhasil menjawab kebutuhan komunitas diaspora Indonesia di Taiwan dalam mengembangkan kapabilitas pemasaran digital untuk membuka peluang ekonomi baru. Dengan hasil evaluasi yang sangat positif, program ini dapat menjadi model bagi kegiatan pengabdian serupa di negara-negara lain dengan konsentrasi pekerja migran Indonesia yang tinggi, seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia, Timur Tengah, dan Eropa. Program juga memperkuat posisi Telkom University sebagai institusi yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat di luar ruang pendidikan formal.