Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan pekerja migran Indonesia di Taiwan melalui pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang strategi pemasaran digital untuk menjangkau pasar diaspora secara efektif, sekaligus meningkatkan literasi keuangan digital mereka guna pengelolaan pendapatan dan perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih baik. Metodologi/pendekatan: Program dilaksanakan di Hsinchu Islamic Association (HIA), Hsinchu, Taiwan, pada 27 Juli 2025, dengan melibatkan 18 pekerja migran Indonesia berusia 30–53 tahun. Kegiatan menggunakan pendekatan hibrida (luring dan daring) dengan metode ceramah dan presentasi, dilanjutkan sesi diskusi interaktif. Instrumen evaluasi mencakup kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta kuesioner evaluasi program menggunakan skala Likert tujuh poin (1=Sangat Tidak Setuju hingga 7=Sangat Setuju) yang mencakup lima aspek: kesesuaian dengan tujuan program, relevansi terhadap kebutuhan komunitas, kecukupan alokasi waktu, responsivitas tim, dan harapan keberlanjutan program. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan statistik deskriptif dan uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil/temuan: Program mencapai tingkat kepuasan yang menonjol, dengan 87,5% hingga 100% responden memberikan respons positif pada seluruh aspek evaluasi tanpa umpan balik negatif. Capaian tertinggi ada pada kualitas layanan tim (93,8% sangat setuju) dan harapan keberlanjutan program (81,3% sangat setuju). Tiga aspek (alokasi waktu, responsivitas tim, dan keberlanjutan) memperoleh 100% respons positif. Seluruh responden menyatakan minat kuat agar program dilanjutkan, yang menandakan keberhasilan transfer pengetahuan dan terbangunnya relasi bermakna dengan komunitas diaspora. Kesimpulan: Program berhasil menjawab kebutuhan komunitas diaspora Indonesia di Taiwan dalam mengembangkan kapabilitas pemasaran digital untuk membuka peluang ekonomi baru. Dengan hasil evaluasi yang sangat positif, program ini dapat menjadi model bagi kegiatan pengabdian serupa di negara-negara lain dengan konsentrasi pekerja migran Indonesia yang tinggi, seperti Hong Kong, Singapura, Malaysia, Timur Tengah, dan Eropa. Program juga memperkuat posisi Telkom University sebagai institusi yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat di luar ruang pendidikan formal.
Copyrights © 2026