Program kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginstitusionalkan pemahaman tentang penipuan online (online scam) pada Generasi Z (Gen Z) sebagai generasi yang paling intens terkoneksi dengan dunia digital sehingga memiliki risiko yang besar dan nyata untuk menjadi korban penipuan online (online scam), mulai dari phishing, love scamming, lowongan kerja palsu, beasiswa palsu, penipuan berkedok kegiatan sosial, hingga penipuan investasi yang dikemas secara meyakinkan. Melihat fenomena rentannya Gen Z tersebut, maka sangat penting untuk dilakukan institusionalisasi pemahaman tentang bahaya penipuan online serta cara pencegahan yang efektif agar masuk ke dalam pola pikir, kesadaran dan perilaku sehingga menjadi kebiasaan dalam keseharian. Kegiatan dilakukan melalui program talk show dan literasi digital dengan tema: “Scam Alert! Cara Gen Z Lindungi Diri dari Penipuan Online”, yang dilaksanakan pada hari Jumat, 07 November 2025 dengan jumlah mahasiswa sekitar 52 mahasiswa PGSD Universitas Halim Sanusi. Pada kegiatan tersebut dihadirkan 2 nara sumber yaitu Diah Agung Esfandari dengan pemaparan materi: “Love Scam” dan Nur Atnan dengan pemaparan materi: “Modus Penipuan Daring yang Mengincar Gen Z- Peta Taktik dan Cara Menangkalnya”. Program ini memberikan pelatihan dan simulasi kasus nyata, bukan hanya teori, agar mahasiswa mengetahui langkah konkret yang harus dilakukan saat menghadapi potensi penipuan. Melalui acara yang dikemas secara semi-formal, mahasiswa diajak untuk mengetahui, menggali dan memahami betapa banyak korban kasus-kasus penipuan online serta diberikan pemaparan bahwa hal tersebut bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja tanpa melihat latar belakang pendidikan ataupun status ekonomi. Mahasiswa juga secara langsung diajarkan dan dipandu untuk melakukan proteksi dengan mengaktifkan fitur-fitur proteksi pada telepon seluler masing-masing, serta pada berbagai akun media sosial maupun patform-platform digital berbasis internet lainnya. Kegiatan juga dilengkapi dengan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap berbagai penipuan online. Dari hasil observasi kegiatan serta feecback yang diberikan mahasiswa, dapat diketahui bahwa pemahaman terhadap penipuan online serta upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan sudah masuk ke dalam tahap pemahaman, dan diharapkan akan menjadi pola pikir dan kesadaran berkelanjutan sehingga terinstitusionalisasi ke dalam perilaku keseharian dimana mahasiswa akan terus waspada dan mampu mengenali jebakan digital yang mengancam keamanan data, finansial, bahkan masa depan mereka.