Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Viral Marketing, Brand Equity, dan Positive Emotional Experience Terhadap Pembelian Ulang Produk Scarlett Pada Mahasiswa Prodi Manajemen Angkatan 2024 Universitas Methodist Indonesia Medan angin, Sustriani Perangin-; Silalahi, Remus; Panjaitan, Maludin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh viral marketing, brand equity, dan positive emotional experience terhadap pembelian ulang produk Scarlett pada mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2024 Universitas Methodist Indonesia Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 127 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa viral marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian ulang dengan nilai t hitung 7,203 > t tabel 1,979 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Brand equity juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 5,350 > t tabel 1,979 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Selain itu, positive emotional experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelian ulang dengan nilai t hitung 4,845 > t tabel 1,979 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan (uji F), viral marketing, brand equity, dan positive emotional experience berpengaruh signifikan terhadap pembelian ulang dengan nilai F hitung 61,325 > F tabel 2,68 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R-Square sebesar 0,590, yang berarti bahwa 59,0% variasi pembelian ulang dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 41,0% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Dengan demikian, peningkatan strategi pemasaran berbasis viral, penguatan ekuitas merek, serta penciptaan pengalaman emosional positif dapat meningkatkan pembelian ulang konsumen.