Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH OPTIMALISASI RUTE PELAYARAN TERHADAP EMISI GAS BUANG DI KAPAL KMP GILIMANUK II Cicilia Kunti Dewi Cahyaningtyas; Rama Syahputra Simatupang; Intan Sianturi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.43836

Abstract

This study aims to analyze the effect of shipping route optimization on exhaust gas emissions on the KMP Gilimanuk II operating on the Ketapang–Gilimanuk route. The research method used is a quantitative approach utilizing primary and secondary data obtained from the Deck Log Book and Engine Log Book during the sea practice period. Data analysis was carried out by calculating fuel consumption and exhaust gas emissions using the Activity-Based Emission Calculation method. The results show that shipping routes influence the amount of fuel consumption and the level of exhaust gas emissions produced by the vessel. Differences in operational conditions such as travel distance, sailing duration, and ship maneuvering cause variations in fuel consumption and emissions on each route. A comparison between Route 3 and Route 19, which have the same sailing time (16 hours), shows that Route 19 produces higher emissions of 2,099.39 kg CO₂e compared to Route 3 which produces 1,994.30 kg CO₂e.Based on these findings, it can be concluded that optimizing shipping routes plays an important role in improving fuel efficiency and reducing ship exhaust gas emissions. Optimization efforts can be carried out through selecting more efficient sailing routes, regulating ship speed at an economical level, and improving operational management of shipping activities.
Hubungan Kedisiplinan Dalam Penerapan Prosedur Keselamatan Terhadap Tingkat Kecelakaan Kerja: (Studi Kasus: KMP. Dharma Bahari Sumekar III) I Gusti Ayu Candra Paramitha Dewi; Rama Syahputra Simatupang; Diyah Purwitasari; Antonius Edy Kristiyono; Intan Sianturi
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i2.1735

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam operasional kapal, khususnya pada awak kapal bagian mesin yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi. Salah satu upaya pencegahan kecelakaan kerja adalah penerapan prosedur keselamatan yang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kedisiplinan dalam penerapan prosedur keselamatan dengan tingkat kecelakaan kerja, serta mengidentifikasi strategi yang efektif untuk meningkatkan kedisiplinan awak kapal. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan statistik inferensial. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang seluruhnya merupakan awak kapal bagian mesin KMP. Dharma Bahari Sumekar III. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik dengan bantuan pengolahan data layaknya SPSS.Hasil uji kualitas instrumen menunjukkan bahwa seluruh item kuesioner valid dan reliabel. Uji asumsi statistik menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bersifat negatif antara kedisiplinan dalam penerapan prosedur keselamatan dengan tingkat kecelakaan kerja, namun hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik pada taraf kepercayaan 95%. Selain itu, faktor-faktor seperti pengetahuan keselamatan, kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja, motivasi, keteladanan pimpinan, serta pengawasan dan penegakan disiplin berperan dalam membentuk tingkat kedisiplinan awak kapal.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun kedisiplinan memiliki kecenderungan menurunkan tingkat kecelakaan kerja, pengaruhnya belum terbukti signifikan secara statistik. Oleh karena itu, diperlukan strategi peningkatan kedisiplinan yang komprehensif melalui pembentukan budaya keselamatan kerja di lingkungan kapal.