Pendidikan dasar berperan penting dalam membangun kemampuan berpikir logis siswa, termasuk dalam memahami operasi hitung perkalian dan pembagian. Pada praktiknya, siswa sekolah dasar mengalami kesulitan dalam belajar dan cenderung mengandalkan hafalan tanpa memahami proses dalam belajar matematika. Kondisi ini juga ditemuka pada siswa kelas III MIS IT Al Uswah Pasirian, dimana pembelajaran masih didominasi metode konvesional dan belum banyak melibatkan media pembelajaran interaktif. Penelitian ini dilakukan untuk melihat apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran berbasis gim edukasi Mathland dan yang mengikuti pembelajaran konvesional. Selain itu, pada penelitian ini menggunakan N gain dan effect size untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa pada kedua kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan kuasi eksperimen. Data yang didapatkan melalui pre-test dan post-test, lalu dianalisis menggunakan N gain, effect size, dan uji hipotesis. Hasil dari penelitian ini membuktikan adanya perbedaan capaian belajar dari kedua kelompok. Pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mengalami peningkatan nilai dari pre-test ke post-test, akan tetapi peningkatan dari kelompok yang menggunakan gim edukasi Mathland lebih tinggi daripada kelompok yang menggunakan pemebelajaran konvesional. Uji hiptesis menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,02 yang mengidikasikan adanya pengaruh dalam penggunaan gim edukasi Mathland daripada kelompok kontrol. Nilai N gain yang didapat pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai yang didapat kelompok kontrol, dengan nilai effect size termasuk dalam kategori besar yaitu 1,20. Temuan ini memperlihatkan gim edukasi Mathland berpotensi menjadi media pembelajaran untuk membantu pembelajaran pada siswa sekolah dasar dengan materi perkalian dan pembagian.