Abstract: Traffic congestion at intersections with limited spatial capacity is a common problem in urban areas, leading to decreased movement efficiency, environmental quality, and user comfort. This study aims to identify the factors causing congestion and to formulate mitigation strategies based on the relationship between spatial functions, area activities, and road space capacity. This research employs a quantitative approach using the Relative Importance Index (RII) method to assess the significance of factors contributing to traffic congestion at intersections along the Jalan Pulau Galang corridor, Pemogan Village, Denpasar City. The results indicate that high traffic volumes, limited intersection space capacity, roadside activities, and inadequate supporting facilities and infrastructure are the main contributors to congestion. These findings suggest that traffic congestion is not solely caused by technical vehicle movement issues, but also by an imbalance between spatial functions, activity intensity, and road space capacity. The proposed mitigation strategies focus on area spatial restructuring and improving the quality of road space as public space, including the control of roadside activities, intersection spatial reorganization, and the enhancement of spatial legibility and user comfort. This study emphasizes the importance of spatial and architectural approaches in understanding and addressing traffic congestion problems at spatially constrained intersections within an integrated road corridor system. Keyword: intersection, urban spatial planning, road capacity, traffic management, intelligent transportation systems Abstrak: Kemacetan lalu lintas pada persimpangan dengan keterbatasan ruang merupakan permasalahan umum di kawasan perkotaan yang berdampak pada menurunnya efisiensi pergerakan, kualitas lingkungan, dan kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kemacetan serta merumuskan strategi penanganan berdasarkan keterkaitan antara fungsi ruang, aktivitas kawasan, dan kapasitas ruang jalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis Relative Importance Index (RII) untuk menilai tingkat kepentingan faktor-faktor penyebab kemacetan pada persimpangan di sepanjang koridor Jalan Pulau Galang, Desa Pemogan, Kota Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya volume kendaraan, keterbatasan kapasitas ruang persimpangan, aktivitas tepi jalan, serta kurangnya sarana dan prasarana pendukung menjadi faktor utama penyebab kemacetan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemacetan tidak semata-mata disebabkan oleh persoalan teknis pergerakan kendaraan, melainkan juga oleh ketidakseimbangan antara fungsi ruang, intensitas aktivitas, dan kapasitas ruang jalan. Strategi penanganan yang diusulkan diarahkan pada penataan ruang kawasan dan peningkatan kualitas ruang jalan sebagai ruang publik, meliputi pengendalian aktivitas tepi jalan, penataan ruang persimpangan, serta peningkatan keterbacaan dan kenyamanan ruang. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan spasial dan arsitektural dalam memahami dan menangani permasalahan kemacetan pada persimpangan dengan ruang terbatas dalam satu kesatuan koridor jalan. Kata Kunci: persimpangan, tata ruang kota, kapasitas jalan, manajemen lalu lintas, sistem transportasi cerdas