Latar belakang: Tuberkulosis resisten obat (TB-RO), termasuk MDR-TB dan XDR-TB, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh interaksi faktor biologis dan sosial. Selain faktor regimen terapi dan karakteristik Mycobacterium tuberculosis (Mtb), disfungsi imun host serta determinan sosial-lingkungan berperan penting dalam aktivasi, persistensi infeksi, dan transmisi strain Mtb resisten.Tujuan: Scoping review ini bertujuan memetakan bukti ilmiah mengenai bentuk disfungsi imun dan faktor sosial-lingkungan yang berkontribusi terhadap mekanisme aktivasi dan persistensi TB-RO, serta menjelaskan hubungan interaktif keduanya terhadap risiko penularan. Metode: Penelitian ini menggunakan scoping review dengan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian literatur dilakukan pada proquest, Pubmed dan science direct (2017–2026) menggunakan kata kunci terkait TB resisten, disfungsi imun, dan determinan sosial dengan Boolean operators. Dari 26.273 artikel yang teridentifikasi, seleksi PRISMA melalui deduplikasi, skrining, dan penilaian full-text berdasarkan kriteria inklusi ketat menghasilkan 8 artikel yang relevan dan berkualitas. Studi yang dianalisis meliputi observasional (cross-sectional, kohort, case-control) dan terbatas klinis/eksperimental. Data diekstraksi dan disintesis secara deskriptif tematik serta dipetakan berdasarkan tema utama. Hasil: Hasil: Disfungsi imun meliputi penurunan imunitas seluler, peningkatan inflamasi, serta imunosupresi akibat HIV dan komorbid. Faktor sosial mencakup kemiskinan, malnutrisi, kepadatan hunian, stigma, perilaku berisiko, dan keterbatasan akses layanan. Interaksi keduanya meningkatkan kerentanan, keterlambatan diagnosis, rendahnya kepatuhan, dan kegagalan terapi yang memperpanjang penularan. Kesimpulan: TB-RO dipengaruhi interaksi erat faktor imunologis dan sosial. Pengendalian memerlukan integrasi intervensi klinis dan sosial untuk menekan aktivasi, persistensi, dan transmisi Mtb resisten.