Shalehah, Al Maratus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAMPAK SERANGAN SERANGGA HAMA TERHADAP KERUSAKAN TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) DI KABUPATEN MUARA ENIM: IMPACT OF INSECT PEST ATTACKS ON DAMAGE TO ROBUSTA COFFEE PLANT (Coffea canephora) IN MUARA ENIM REGENCY Putri, Oktariyani; Nisa, Khoirun; Lia, Rosa; Shalehah, Al Maratus; Amalia, Rosela; Wicaksono, Anggun
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2026.014.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak kerusakan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) yang disebabkan serangga hama serta tingkat kerusakan tanaman kopi robusta di Kabupaten Muara Enim. Metode penelitian yang digunakan adalah metode roaming (jelajah) dengan tiga titik stasiun pengamatan. Pada setiap stasiun dibuat satu transek berukuran 25 x 25 m, dan pengambilan sempel menggunakan pola zig-zag. Data dianalisis menggunakan rumus intensitas serangan tidak mutlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan tanaman kopi robusta (Coffea canephora) disebabkan oleh delapan spesies serangga hama yaitu kumbang penggerek batang (Xylosandrus compactus) yang merusak bagian batang, kutu hijau (Coccus viridis), wereng hijau (Acanalonia conica), kutudaun (Aphis gossypi), kumbang daun (Luperus flavipes), belalang kayu (Valanga nigricornis) yang merusak bagian daun, kutu putih (Planococcus citri) yang merusak bagian daun dan buah, serta kumbang penggerek buah kopi (Hypothenemus hampei) yang merusak bagian buah. Intensitas serangan ditentukan dengan tingkat kerusakan. Pada plot I, kerusakan batang kategori ringan (25%), kerusakan daun kategori berat (53,33%), dan kerusakan buah kategori sedang (34,30%). Pada plot II, kerusakan batang, daun, dan buah masing-masing termasuk kategori sedang dengan nilai 33,30%, 50%, dan 25,71%. Pada plot III, kerusakan batang kategori sedang (25,33%), kerusakan daun kategori sedang (41,33%), dan kerusakan buah kategori sedang (28%).