This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Rositoh, Itoh
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Smartwatch Sinurmi dan Website Sicakep Terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil Risiko Tinggi yang Dimediasi Busermil (Studi Survey di UPTD Puskesmas Rawat Inap Kotakaler Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat) Rositoh, Itoh; Mulyani, Sri Rochani; Syahidin, Rukhiyat
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56254

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi pada kelompok ibu hamil risiko tinggi menunjukkan perlunya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi smartwatch SINURMI dan website SICAKEP terhadap kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi dengan mediasi oleh BUSERMIL. Penelitian ini merupakan studi survei dengan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif dan verifikatif, dilakukan pada ibu hamil risiko tinggi di UPTD Puskesmas Rawat Inap Kotakaler Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji pengaruh langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi smartwatch SINURMI dan website SICAKEP berpengaruh positif dan signifikan terhadap peran BUSERMIL, serta BUSERMIL berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi. Selain itu, integrasi SINURMI dan SICAKEP terbukti meningkatkan kualitas pelayanan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi BUSERMIL. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi wearable dan sistem informasi kesehatan yang didukung peran aktif BUSERMIL efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu hamil risiko tinggi dan berpotensi mendukung upaya penurunan AKI di tingkat pelayanan kesehatan primer.