Kegiatan pengabdian masyarakat ini dimotivasi oleh kemampuan mendengarkan siswa yang masih relatif rendah di sekolah Mars terkait apa itu TOEFL dan kurangnya pemahaman tentang keterampilan mendengarkan, terutama dalam memahami audio bahasa Inggris dengan aksen asing, kecepatan tinggi, dan variasi pertanyaan yang kompleks baik secara formal maupun akademis seperti yang umum ditemukan di bagian mendengarkan TOEFL. Kesulitan ini disebabkan oleh kurangnya paparan terhadap pemahaman keterampilan bahasa Inggris, terutama keterampilan mendengarkan yang efektif. Sosialisasi ini melibatkan 70 siswa sebagai peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi, yang dilakukan oleh siswa yang bertindak sebagai fasilitator utama dalam pelatihan. Metode yang digunakan adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi selama kegiatan, wawancara siswa, dan pemberian penjelasan tentang format TOEFL serta pemberian kiat dan trik dalam menjawab pertanyaan TOEFL dan pemberian tugas audio sebagai pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah mengikuti sosialisasi, siswa mulai tertarik pada TOEFL dan lebih memahami keterampilan mendengarkan. Siswa juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dan motivasi saat mendengarkan audio bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan menjadi model kolaboratif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran mendengarkan di tingkat sekolah menengah atas dan melalui sosialisasi ini diharapkan siswa akan termotivasi untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam bahasa Inggris, khususnya dalam keterampilan mendengarkan, agar siap menghadapi era globalisasi yang semakin canggih.