Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga dan inflasi terhadap tingkat investasi di Indonesia pada periode 2020-2025. Investasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara karena berperan dalam meningkatkan kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan ekonomi secara berkelanjutan. Perubahan kondisi makroekonomi seperti tingkat suku bunga dan inflasi dapat memengaruhi keputusan investor dalam menanamkan modalnya. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana hubungan kedua variabel tersebut terhadap tingkat investasi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistika (BPS) melalui situs bps.go.id serta berbagai jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi literatur. Analisis data dilalukan dengan cara mengkaji, membandingkan, dan menginterpretasikan data mengenai perkembangan suku bunga, inflasi, dan tingkat investasi di Indonesia selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku bunga memiliki pengaruh negatif terhadap tingkat investasi, dimana kenaikan suku bunga cenderung menurunkan minat investasi karena meningkatnya biaya modal. Namun demikian, pada periode 2020-2025 pengaruh suku bunga tidak selalu dominan karena keputusan investasi juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti pemulihan ekonomi, stabilitas nasional, kebijakan pemerintah, ekspektasi keuntungan. Sementara itu, inflasi juga memiliki pengaruh positif terhadap tingkat investasi selama berada pada tingkat yang stabil dan terkendali. Inflasi yang moderat dapat mampu menciptakan kepastian harga serta meningkatkan kepercayaan investor dalam melakukan kegiatan produksi dan ekspansi usaha. Secara simultan, suku bunga dan inflasi mencerminkan stabilitas makroekonomi yang berperan penting dalam mendorong peningkatan investasi. Kombinasi suku bunga yang terkendali dan inflasi yang stabil dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, meskipun dalam kondisi tertentu seperti pada tahun 2020, tingkat investasi tetap rendah akibat adanya faktor eksternal berupa pandemi. Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi makro dan kebijakan pemerintah yang tepat dapat mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.