Firdaus, Muhammad Fatah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transformasi limbah organik batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif sebagai upaya meningkatkan keterampilan masyarakat Rahmawati, Rahmawati; Amna, Ulil; nila, Ida Ratna; Sari, Nirmala; Fadlly, Teuku Andi; Fitriani, Fitriani; Jerohmita, Wilda; Firdaus, Muhammad Fatah
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei(Article in Progress)
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.3276

Abstract

Limbah batok kelapa yang banyak terbuang di Desa Penggalangan, Kecamatan Blang Kejeren, Aceh, merupakan sumber daya lokal potensial sebagai bahan baku arang aktif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memanfaatkan limbah sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat. Tujuan kegiatan adalah memperkenalkan cara mengolah batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif sehingga limbah organik dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. Metode pelatihan ini bersifat partisipatif, dimulai dengan pemaparan teori arang aktif dan pengelolaan limbah rumah tangga. Selanjutnya, peserta mempraktikkan pengolahan batok kelapa menjadi arang aktif dan pembuatan sabun colek. Tahapan pembuatan sabun meliputi pencampuran bahan dan pencetakan produk. Mahasiswa KKN mendampingi setiap tahap sehingga pelatihan berjalan interaktif dan aplikatif. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya keterampilan warga dalam membuat sabun colek berbahan arang aktif serta terciptanya produk sabun ramah lingkungan bernilai jual. Warga antusias mengikuti pelatihan dan tertarik mengembangkan produksi sabun secara mandiri. Pengolahan batok kelapa menjadi produk berguna berhasil mengurangi volume limbah organik. Transformasi limbah batok kelapa menjadi sabun colek berbasis arang aktif memberikan dampak positif secara lingkungan dan sosial. Secara ekologis, limbah berkurang dan produk baru ramah lingkungan dihasilkan. Secara sosial, masyarakat memperoleh keterampilan ekonomi baru yang meningkatkan kemandirian. Pendekatan inovatif ini mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.