This Author published in this journals
All Journal Jurnal SOLMA
Mahmud, M. Fikram
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Guru Pemberdayaan Guru Madrasah melalui Desain Media Pembelajaran IPA Berbasis STEAM di Kec. Tobelo Utara Kab. Halmahera Utara Abbas, Sukardi; Usman, Abdurrahman Hi.; Mahmud, M. Fikram
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21454

Abstract

Background: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi guru madrasah dalam mendesain media pembelajaran IPA berbasis Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM). Tantangan utama yang dihadapi guru MIS/MTs di Kecamatan Tobelo Utara adalah keterbatasan pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan konsep STEAM secara kontekstual ke dalam pembelajaran IPA. Metode: Pelatihan dilakukan melalui pendekatan participatory empowerment berbasis praktik reflektif. Kegiatan meliputi empat tahap yakni sosialisasi konsep STEAM, pelatihan desain media, pendampingan implementasi, dan refleksi hasil pelaksanaan. Sebanyak 25 guru madrasah terlibat sebagai peserta. Pengumpulan data dilakukan melalui angket skala Likert dan observasi lapangan untuk menilai aspek pengetahuan, keterampilan, implementasi, serta keberlanjutan kegiatan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil: Analisis data menunjukkan peningkatan positif pada seluruh aspek. Aspek pengetahuan memperoleh rata-rata 3,63 (kategori sangat setuju), keterampilan desain media 3,44, implementasi dan refleksi 3,37, serta keberlanjutan 3,43. Secara praktis, capaian ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan pemahaman konseptual dan kemampuan aplikatif guru dalam merancang serta mengintegrasikan media pembelajaran berbasis STEAM secara kontekstual. Meskipun demikian, aspek implementasi dan refleksi yang relatif lebih rendah menandakan perlunya pendampingan lanjutan untuk memperkuat kemampuan evaluatif dan inovasi berkelanjutan.