Program Desa Sehat Mata (DESAMA) merupakan inisiatif pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses terhadap layanan kesehatan mata di daerah pedesaan, khususnya Dusun Mertosanan Kulon, Kabupaten Bantul. Program ini bertujuan mengatasi berbagai kendala seperti terbatasnya akses layanan, kurangnya pengetahuan masyarakat, serta faktor ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif cross-sectional dengan melibatkan 49 peserta yang mengikuti pemeriksaan mata dan edukasi kesehatan mata. Program DESAMA terdiri dari tiga komponen utama yaitu pemeriksaan kelainan refraksi, edukasi kesehatan mata, dan pemberian kacamata gratis. Pemeriksaan meliputi deteksi miopia, hipermetropia, astigmatisme, dan presbiopia dengan menggunakan autorefraktor dan trial lens. Metode pelaksanaan mencakup pendaftaran peserta, pemeriksaan objektif dengan autorefraktor, pemeriksaan subjektif menggunakan trial lens, serta distribusi kacamata berdasarkan hasil pemeriksaan. Sebanyak 49 peserta mengikuti kegiatan ini, dengan komposisi 71% perempuan dan 29% laki-laki. Sebagian besar peserta berusia di atas 50 tahun (47%), menunjukkan antusiasme tinggi dari kelompok lansia. Miopia ditemukan sebagai kelainan paling umum (23%), diikuti presbiopia (21%), serta kombinasi hipermetropia/presbiopia (21%) dan miopia/presbiopia (13%). Banyak peserta mengalami lebih dari satu jenis kelainan refraksi, menunjukkan perlunya penanganan yang lebih kompleks. Seluruh peserta menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Kesimpulannya, program DESAMA berhasil meningkatkan kesadaran dan memberikan akses layanan kesehatan mata yang terjangkau. Model ini dapat direplikasi di wilayah pedesaan lain sebagai upaya menurunkan angka gangguan penglihatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.