Eva Sohriati
Program Studi Biologi, Fakultas Sains, Universitas Cokroaminoto Palopo

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perbandingan Laju Pertumbuhan Bibit Mangrove Jenis Rhizophora apiculate di Desa Paconne dan Desa Senga Selatan Genaro Genaro; Sunarti Cambaba; Eva Sohriati
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan laju pertumbuhan bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata di Desa Paconne dan Desa Senga Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juli 2022 di Desa Paconne dan Desa Senga Selatan, Kabupaten Luwu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tumbuh pada Desa Senga Selatan sebesar 72%, diameter batang rata-rata 7,7 cm, tinggi batang rata-rata 4,84 cm dan jumlah daun 2 helai. Sedangkan persentase tumbuh pada Desa Paconne sebesar 60%, diameter batang rata-rata 7,0 cm, tinggi batang rata-rata 3,02 cm dan jumlah daun 2 helai. Persentase laju pertumbuhan bibit mangrove terbaik terdapat pada Desa Senga Selatan.
DETEKSI CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA KERANG KIJING TAIWAN (Anadonta woodiana) DI DESA BOSSO TIMUR KECAMATAN WALENRANG UTARA KABUPATEN LUWU Alda Alda; Eka Pratiwi Tenriawaru; Eva Sohriati
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi adalah suatu proses pemeriksaan untuk mengetahui atau menemukan sesuatu dengan cara tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat bakteri Escherichia coli pada Anadonta woodiana yang diambil dari Desa Bosso Timur Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Belopa, Sulawesi Selatan dan Laboratorium Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April 2023. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode most probable number (MPN). Lokasi penelitian ini dibagi menjadi 3 titik pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anodonta woodiana yang diambil dari Desa Bosso Timur Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu telah tercemar bakteri Escherichia coli yaitu pada sampel T1 dengan nilai >1.100 MPN/g, T2 dengan nilai >1.100 MPN/g dan pada T3 dengan nilai 29,0 MPN/g. Hasil tersebut telah melampaui syarat pada SNI 7388:2009 [4] tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yaitu sebanyak < 3/g. Sehingga Anadonta woodiana bisa dikonsumsi jika telah melalui proses pengolahan secara benar terlebih dahulu untuk meminimalisir kontaminasi bakteri Escherichia coli.
Analisis Cemaran Mikroba, Jamur dan Bakteri pada Kapurung berdasarkan Angka Lempeng Total Fitri Nurul Islam; Eka Pratiwi Tenriawaru; Eva Sohriati
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis cemaran mikrobapada kapurung berdasarkan angka lempeng total mikroba, bakteri, dan jamur. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan Jaringan Kampus II Universitas Cokroaminoto Palopo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melalui tahap pengujian yaitu angka lempeng total. Penelitian ini menggunakan sampel kapurung yang dibuat dari tepung sagu basah dari dua pasar di Kota Palopo. Prosedur pengujian merujuk pada prosedur pengujian berdasarkan SNI. Pengujian ini dibandingkan dengan standar baku berdasarkan SNI 01- 3729-1995 tentang batas maksimum cemaran mikroba pada pangan. Adapun hasil diperoleh dari tepung sagu basah tidak terdapat mikroba, pada jamur sebanyak 1,1 x 102, dan bakteri sebanyak 1,25 x 102. Sedangkan pada kapurung sebanyak <1 x 101 dan tidak terdapat jamur maupun bakteri di sampel kapurung. Hal ini terlihat dari hasil analisis tepung sagu basah dan kapurung telah memenuhi syarat pada SNI 01-3729-1995 yaitu bakteri 106 dan jamur atau kapang 104 sehingga masih dapat dikonsumsi oleh masyarakat karena masih diambang batas.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Ayam sebagai Pupuk terhadap Pertumbuhan Bibit Stek Batang Lada (Piper nigrum L.) di Kabupaten Luwu Timur Desa Matompi Febrianto; Ridha Yulyani Wardi; Eva Sohriati
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian upuk cangkang telur ayam terhadap pertumbuhan bibit lada (Piper nigrum L.) yang distek batang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Matompi Kabupaten Luwu Timur. Stek batang lada dilakukan pada tanaman induk berumur dua tahun dan telah mengalami pemangkasan sebanyak dua kali. Stek batang lada ditempatkan pada polybag yang berisi tanah dari perkebunan lada. Perlakuan diberikan pada stek batang lada berusia 14 hari setelah tanam, yaitu dengan perlakuan P0 (tanpa pemberian cangkang telur), P1 (pemberian cangkang telur 300 gram), P2 (pemberian cangkang telur 400 gram), P3 (pemberian cangkang telur 500 gram), dan P4 (pemberian cangkang telur 600 gram). Pupuk cangkang diberikan setiap sekali dalam seminggu. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah pertambahan lebar daun lada, Panjang daun lada, dan tinggi tanaman lada. Data yang diperoleh diuji analisis of varians dan apabila terdapat pengaruh dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian cangkang telur ayam sebagai pupuk berpengaruh terhadap Panjang daun dan tidak berpengaruh terhadap lebar dan tinggi tanaman. Perlakuan terbaik untuk pertambahan panjang daun lada adalah P1 dengan rata-rata pertambahan lebar daun 0,50 cm.