Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Quiet Quitting bagi Mahasiswa Generasi Z yang Bekerja Risalni, Khairunisa; Rizaldi, Andi Risfan; Syahriani, Andi Tenri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam makna fenomena Quiet Quitting bagi mahasiswa Generasi Z yang menjalankan peran ganda sebagai karyawan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Makassar. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan Fenomenologi Hermeneutik Interpretatif model Max van Manen, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan mahasiswa yang telah memiliki pengalaman bekerja selama lebih dari satu tahun. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Quiet Quitting tidak dimaknai oleh mahasiswa sebagai bentuk kemalasan, penurunan etos kerja, atau pengabaian tanggung jawab. Sebaliknya, fenomena ini diinterpretasikan sebagai strategi rasional "Penetapan Batasan Diri" (Self-Boundary Setting) yang krusial untuk menjaga stabilitas kesehatan mental dan mencegah kelelahan ekstrem (burnout) akibat beban ganda yang mereka pikul. Melalui lensa teori Konstruksi Sosial Realitas, ditemukan bahwa mahasiswa secara sadar melakukan negosiasi energi untuk memprioritaskan "Kedaulatan Akademik" di atas tuntutan profesional yang sering kali bersifat eksploitatif. Temuan ini mengonfirmasi adanya transformasi identitas di mana mahasiswa memposisikan diri mereka sebagai subjek yang berdaulat atas waktu dan tubuhnya sendiri demi menjamin keberlangsungan masa depan pendidikan mereka. Quiet Quitting berfungsi sebagai mekanisme pertahanan eksistensial untuk menyeimbangkan tanggung jawab ekonomi dengan ambisi menyelesaikan studi tepat waktu. Penelitian ini merekomendasikan perlunya organisasi menerapkan strategi sumber daya manusia yang lebih adaptif serta kebijakan work-life balance yang menghargai batasan pribadi pekerja muda guna membangun loyalitas yang berbasis pada kesejahteraan mental dan pertumbuhan berkelanjutan.