Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan peramalan produksi padi serta konsumsi beras, serta mengkaji pengaruh keduanya terhadap kesejahteraan petani padi di Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan merupakan data sekunder deret waktu periode 2015–2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Metode analisis meliputi analisis tren dan peramalan menggunakan metode kuadrat terkecil serta analisis regresi linier berganda dengan Nilai Tukar Petani (NTP) sebagai indikator kesejahteraan petani. Hasil analisis tren menunjukkan bahwa produksi padi memiliki kecenderungan menurun secara signifikan dengan koefisien tren sebesar –0,176 (p < 0,05), sedangkan konsumsi beras menunjukkan tren menurun namun tidak signifikan dengan koefisien sebesar –0,137 (p > 0,05). Hasil peramalan menunjukkan bahwa produksi padi diproyeksikan mengalami penurunan sepanjang periode proyeksi, sementara konsumsi beras relatif stabil pada kisaran 93,9–93,3 kg/kapita/tahun. Perbandingan antara hasil peramalan dan realisasi produksi padi tahun 2025 yang digunakan sebagai data pembanding out-of-sample menunjukkan adanya perbedaan antara nilai proyeksi dan kondisi aktual, yang mengindikasikan pengaruh faktor eksternal dan intervensi kebijakan jangka pendek yang belum sepenuhnya tertangkap oleh model. Hasil regresi menunjukkan bahwa produksi padi dan konsumsi beras secara simultan berpengaruh signifikan terhadap NTP dengan nilai Fhitung sebesar 8,309 (p < 0,05) dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,704. Secara parsial, kedua variabel berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NTP petani padi. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan produksi dan konsumsi beras tidak secara otomatis meningkatkan kesejahteraan petani pada tingkat regional, serta memberikan kontribusi empiris dalam menjelaskan paradoks pembangunan pertanian dan perumusan kebijakan yang lebih berorientasi pada perlindungan pendapatan dan keberlanjutan usaha tani padi.