Ida Bagus Putu Putra Mahartana
Jurusan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESTORASI LUMBUNG PANGAN MELALUI TRANSFORMASI SISTEM PERTANIAN DAN PETERNAKAN BERTEEKNOLOGI TERBARUKAN Anak Agung Gde Ekayana; I Dewa Putu Gede Wiyata Putra; I Dewa Gede Aristana; Gede Widayana; Ketut Srie Marhaeni Julyasih; I Nengah Suarmanayasa; Ida Bagus Putu Mardana; Gede Arya Amerta; Anak Agung Gde Suyoga Wiguna; Ida Bagus Putu Putra Mahartana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38352

Abstract

Abstrak: Wilayah mitra sasaran menghadapi penurunan produktivitas pertanian dan peternakan akibat keterbatasan air, rendahnya efisiensi teknologi, serta meningkatnya kerentanan usaha tani. Program pengabdian Kosabangsa ini bertujuan meningkatkan produktivitas, efisiensi sumber daya, dan kapasitas teknis mitra melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis energi terbarukan dan pendekatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode Participatory Action Learning System (PALS) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta dan penguatan kelembagaan dan keberlanjutan, dengan melibatkan dua kelompok mitra sektor pertanian dan peternakan sebanyak 50 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre–post assessment keterampilan, observasi lapangan, dan pencatatan perubahan kinerja produksi. Hasil program menunjukkan peningkatan produktivitas pertanian sebesar 25%, peningkatan efisiensi penggunaan air sebesar 35%, serta penurunan tingkat penyakit ternak sebesar 50%. Selain itu, terjadi peningkatan hardskill mitra dalam pengelolaan teknologi dan praktik usaha tani berkelanjutan.Abstract: The target partner area faces declining agricultural and livestock productivity due to limited water, low technological efficiency, and increasing vulnerability of farming businesses. The Kosabangsa community service program aims to increase productivity, resource efficiency, and technical capacity of partners through the application of appropriate technology based on renewable energy and a participatory approach. Activities are implemented using the Participatory Action Learning System (PALS) method, which includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and institutional strengthening and sustainability, involving two groups of 50 agricultural and livestock sector partners. Evaluation is carried out through pre-post skills assessments, field observations, and recording changes in production performance. The program results show a 25% increase in agricultural productivity, a 35% increase in water use efficiency, and a 50% decrease in livestock disease rates. In addition, there has been an increase in partners' hard skills in technology management and sustainable farming practices.
PENERAPAN POLA IRIGASI DAN SISTEM PERTANIAN-PETERNAKAN ZERO WASTE BERBASIS SMART FARMING PADA LAHAN KERING I Gede Adnyana; I Putu Arya Mulyawan; Bagus Kusuma Wijaya; Ida Bagus Putu Mardana; Ketut Srie Marhaeni Julyasih; I Nengah Suarmanayasa; Yoni Nur Lutfiyah; Ni Kadek Cinta Eka Putri Jayanti; Gede Darmika Yasa; Ida Bagus Putu Putra Mahartana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38354

Abstract

Desa Bonyoh menghadapi keterbatasan air irigasi, efisiensi produksi rendah, serta pengelolaan limbah ternak yang belum optimal. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui penerapan pola irigasi dan sistem pertanian dan peternakan zero waste berbasis smart farming. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, demoplot, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi berkala pada dua mitra: Kelompok Tani Subak Abian Taru Agung (28 orang) dan Kelompok Ternak Tunas Makmur (20 orang). Evaluasi dilakukan melalui observasi kinerja produksi, efisiensi input, dan capaian luaran. Hasil kegiatan menunjukkan efisiensi penggunaan air meningkat hingga 70%, produktivitas jeruk bertambah sekitar 6,7 ton per tahun, penghematan biaya pupuk mencapai Rp5.000.000 per 0,2 ha, dan pendapatan petani meningkat menjadi >Rp3.500.000 per bulan. Pada sektor peternakan, produksi telur meningkat sekitar 20%, limbah ternak diolah menjadi ±1 ton pupuk organik per bulan, serta penghematan energi setara Rp20.000 per hari dari biogas.