Desa Bonyoh menghadapi keterbatasan air irigasi, efisiensi produksi rendah, serta pengelolaan limbah ternak yang belum optimal. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi melalui penerapan pola irigasi dan sistem pertanian dan peternakan zero waste berbasis smart farming. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, workshop, demoplot, penerapan teknologi, serta pendampingan dan evaluasi berkala pada dua mitra: Kelompok Tani Subak Abian Taru Agung (28 orang) dan Kelompok Ternak Tunas Makmur (20 orang). Evaluasi dilakukan melalui observasi kinerja produksi, efisiensi input, dan capaian luaran. Hasil kegiatan menunjukkan efisiensi penggunaan air meningkat hingga 70%, produktivitas jeruk bertambah sekitar 6,7 ton per tahun, penghematan biaya pupuk mencapai Rp5.000.000 per 0,2 ha, dan pendapatan petani meningkat menjadi >Rp3.500.000 per bulan. Pada sektor peternakan, produksi telur meningkat sekitar 20%, limbah ternak diolah menjadi ±1 ton pupuk organik per bulan, serta penghematan energi setara Rp20.000 per hari dari biogas.
Copyrights © 2026