Anneke Yacob
Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI “ISI PIRINGKU” BERBASIS PANGAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI GIZI SISWA SEKOLAH DASAR Maxsi Irmanto; Syaharuddin Nur; Melkior Tappy; Anneke Yacob; Petrus Y. I. Arwimbar; Ayu Sunarti S.; Roswati Roswati; Suci Fajriani S.; Ummu Khaerat Rahmawan; Nurul Fitri Ayu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38191

Abstract

Abstrak: Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Papua, yang ditandai dengan rendahnya literasi gizi dan belum terbentuknya kebiasaan konsumsi makanan bergizi seimbang. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh terbatasnya edukasi gizi yang menarik serta belum optimalnya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi dan kesadaran konsumsi pangan lokal melalui edukasi “Isi Piringku” pada siswa sekolah dasar di salah satu wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini[-1.1][F1.2]. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 50 siswa kelas IV–VI melalui metode penyuluhan interaktif, pemutaran video animasi edukasi gizi, permainan edukatif berbasis pangan lokal, serta evaluasi sederhana sebelum dan sesudah kegiatan. Evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen berupa 20 pertanyaan pilihan ganda yang dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Indikator keberhasilan kegiatan ditentukan berdasarkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dan nilai signifikansi p < 0,001 (< α = 0,05).[-2.1] Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan rerata pemahaman siswa dari 68,1% menjadi 86,5%, dengan kenaikan sebesar 18,4% (p < 0,001), serta peningkatan [-3.1]siswa terhadap konsep gizi seimbang dan pengenalan bahan pangan lokal seperti sagu, ikan, dan sayuran hijau. Siswa menunjukkan partisipasi aktif dan antusias selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan literasi gizi siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukatif yang kontekstual dan berbasis sekolah.Abstract: Nutritional problems among elementary school children remain a significant public health challenge in Papua, characterized by low levels of nutrition literacy and the absence of established balanced dietary habits. This condition is further influenced by the limited availability of engaging nutrition education and the suboptimal utilization of local food resources as sources of adequate nutrition. This community service program aimed to enhance nutrition literacy and awareness of local food consumption through the implementation of the “Isi Piringku” educational approach among elementary school students in a border region of the Indonesia–Papua New Guinea border regions. The program involved 50 students from grades IV–VI and was delivered through interactive counseling sessions, animated educational videos, and local food–based educational games. Program effectiveness was evaluated using a one-group pre-test and post-test design with a 20-item multiple-choice questionnaire. Data were analyzed using a paired sample t-test. The indicators of success were determined based on an increase in the mean knowledge score and statistical significance at p < 0.001 (α = 0.05). The results demonstrated a significant improvement in students’ mean knowledge scores from 68.1% to 86.5%, reflecting an 18.4% increase (p < 0.001), as well as enhanced understanding of balanced nutrition concepts and greater recognition of local food sources such as sago, fish, and green vegetables. Active participation and enthusiasm were observed throughout the program. This initiative contributes to strengthening nutrition literacy among elementary school students through a contextual and school-based educational approach. 
PENDAMPINGAN PENGISIAN KMS UNTUK MEMPERKUAT DETEKSI DINI GANGGUAN PERTUMBUHAN BALITA Maxsi Irmanto; Anneke Yacob; Syaharuddin Nur; Irma Yanti Iwan; Jeni Jeni; Muhammad Alwan Rusidy
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 5 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i5.43065

Abstract

Abstrak: Pemanfaatan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang belum optimal dapat menghambat pemantauan pertumbuhan balita dan penyampaian informasi pertumbuhan kepada keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader dalam pengisian dan pemanfaatan KMS sebagai instrumen pendukung deteksi dini gangguan pertumbuhan serta memperkuat pemahaman ibu balita terhadap hasil pemantauan pertumbuhan. Kegiatan melibatkan 24 kader melalui pelatihan, edukasi, praktik, dan pendampingan langsung pada pelayanan posyandu. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri dari 15 pertanyaan, sedangkan keterampilan diamati selama praktik pengisian dan interpretasi KMS. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 60,5% pada pengukuran awal menjadi 82% setelah kegiatan, dengan peningkatan sebesar 22,5%. Observasi selama pendampingan menunjukkan antusiasme kader dan meningkatnya pemahaman mengenai fungsi KMS dalam pencatatan serta pemantauan pertumbuhan anak. Pendekatan pendampingan berbasis praktik memberikan pengalaman langsung bagi kader dalam menerapkan KMS pada pelayanan posyandu.Abstract: Suboptimal utilization of the Growth Monitoring Card (KMS) may hinder the routine monitoring of child growth and the delivery of growth-related information to families. This community service activity aimed to strengthen cadres’ capacity to complete and utilize the KMS as a supporting instrument for early detection of growth disorders and to improve mothers’ understanding of child growth monitoring. The program involved 24 community health cadres through training, health education, practical sessions, and direct mentoring during integrated health post (posyandu) services. Knowledge was assessed using pre-test and post-test measures, each consisting of 15 questions, while practical skills were observed during KMS completion and growth-chart interpretation. The mean knowledge score increased from 60.5% at baseline to 82% after the intervention, representing an increase of 22.5%. Observations during the mentoring process indicated high cadre engagement and improved understanding of the role of the KMS in documenting and monitoring child growth. Practice-based mentoring provided cadres with direct experience in applying KMS procedures during posyandu services.