Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Public Space Development Strategy in Bone District Herman Herman; Heri Afian; Muh Sawir; Mustigawati Mustigawati; Jumiati Jumiati
Public Resource Innovation Management and Excellence November 2024, Volume 1 Number 3
Publisher : Public Resource Innovation Management and Excellence

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to answer how public spaces in Bone Regency can develop well without any destruction, this must be implemented considering several things that could happen. In the context of the Theory of Sustainable Development Administration. Airport (airport), is an airfield used for landing and taking off aircraft, boarding and disembarking passengers, and loading and unloading cargo, and is equipped with flight safety facilities. Therefore, aviation is one of the transportation that is in great demand by service users, because it has advantages compared to other means of transportation, especially in terms of time efficiency, because it can reach areas that are far away in a short time. By using aviation, it greatly supports equality, growth and stability as a driver and motivator of national development and strengthens relations between nations. The method in this study is an administrative pattern. This study uses a descriptive qualitative method, with a focus on data collection through in-depth interviews, direct observation, and document analysis. This study aims to examine the construction process of the La Patau Bone Stadium from an administrative perspective and the principles of sustainable development.
Pemberdayaan Komunitas Muda untuk Ekonomi Berdaya Saing melalui Sociopreuner Abdul Rahman; Herman Herman; Asriadi Asriadi; Askar Askar; Paramita Sundari
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 2 (2025): September-Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v5i2.488

Abstract

Program ini dilatarbelakangi oleh kendala yang dihadapi oleh pemuda Desa Mattirowalie dalam hal keterampilan berwirausaha dan pengelolaan usaha, khususnya setelah kegagalan mereka mengelola bisnis berbasis minyak cengkeh akibat kurangnya inovasi dan lemahnya dukungan dari lembaga terkait. Dengan mengedepankan potensi lokal dan konsep kewirausahaan yang berorientasi sosial, program ini dirancang untuk membangun kapasitas kelompok Generasi Milenial Lampoko agar lebih siap dalam merintis dan mengelola usaha bernilai ekonomis secara berkesinambungan. Proses pelaksanaan dilakukan secara kolaboratif dan partisipatif melalui lima tahapan, yakni sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan perencanaan keberlanjutan. Pelatihan melibatkan 15 hingga 20 peserta dan mencakup materi perencanaan usaha, digital branding, serta manajemen dasar usaha. Dalam tahap produksi, peserta terbagi ke dalam dua unit kegiatan utama: produksi parfum dan produksi sabun cuci piring berbahan minyak cengkeh. Tim produksi parfum berhasil menciptakan aneka varian aroma, sementara tim sabun memproduksi antara 10 hingga 15 liter sabun dalam satu kali proses, yang selanjutnya dikemas dalam 40 sampai 50 botol siap edar. Keduanya menunjukkan peningkatan keterampilan dalam teknik produksi dan pemasaran, serta berhasil memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp untuk promosi produk. Kegiatan ini membawa dampak positif berupa peningkatan kapasitas kewirausahaan, kepercayaan diri, dan terciptanya peluang ekonomi baru di kalangan pemuda desa. Secara keseluruhan, pelaksanaan program ini membuktikan bahwa partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, sangat penting dalam merintis usaha mandiri yang berbasis pada potensi lokal dan diarahkan untuk keberlangsungan jangka panjang.