Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALYSIS OF STUDENTS' DIFFICULTIES IN SOLVING ALGEBRA PROBLEMS AND ITS IMPLICATIONS FOR UNDERSTANDING MATRIXES atin risnawati; Muhammad Permadi
Jurnal Wawasan Nusantara, Scope Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): jurnal wawasan nusantara
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the challenges faced by students in solving algebra problems and how these challenges affect their understanding of matrix material. The study was conducted at IAIN Kerinci using a qualitative case study approach. Data were collected through evaluation and interviews with three students who were selected purposively based on the level of difficulty shown in solving algebra problems. The results of the study indicate that difficulties in algebra, especially in basic operations, factoring, and elimination and substitution methods, have a direct impact on students' understanding in solving matrix problems. There are differences in ability between students who are strong in algebra but weak in matrices, and vice versa. Difficulty in transferring knowledge from algebra to the matrix context is also a major obstacle. This study provides important implications for learning design, namely the need for explicit integration between algebra and matrix concepts through contextual and participatory learning models
The Influence of Digital Literacy on Students’ Learning Outcomes in the Era of Society 5.0: A Quantitative Study on Senior High School Students Malik Sofy; Muhammad Permadi
Jurnal Wawasan Nusantara, Scope Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Wawasan Nusantara
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the influence of digital literacy on student learning outcomes in the Society 5.0 era using a quantitative approach in high school students. Rapid technological changes and digital integration in education require students to have adequate digital literacy skills to be able to access, evaluate, and utilize information effectively. The objectives of the study were to measure students' digital literacy levels, explain the conditions of learning outcomes, and examine the extent to which digital literacy contributes to differences in academic achievement. The study used a correlational design with stratified random sampling in several high schools in the study area. The data collection instrument was a standardized questionnaire to assess digital literacy dimensions including access ability, source evaluation, content utilization, and digital ethics, as well as academic grade documents as indicators of learning outcomes. Data were analyzed using descriptive statistics to map variable profiles and multiple linear regression to examine the influence of digital literacy on learning outcomes, accompanied by classical assumption tests to ensure model validity. The results are expected to show a positive relationship between digital literacy and learning achievement and identify the most influential literacy dimensions. The findings are expected to provide empirical evidence for educators and policymakers to formulate strategies for developing digital competencies in the curriculum and learning practices. The findings are also expected to inspire further research that integrates school context variables and teacher characteristics. This study used strict ethical standards of educational research and participation.
Motivasi Belajar Mahasiswa Dalam Penggunaan Joki Tugas Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v5i1.573

Abstract

Fenomena penggunaan jasa joki tugas di kalangan mahasiswa semakin marak di tengah tuntutan akademik yang tinggi dan tekanan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi motivasi belajar mahasiswa yang menggunakan jasa joki tugas serta dampaknya terhadap pembelajaran dan etika akademik. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode wawancara terhadap tujuh mahasiswa, penelitian ini mengungkapkan bahwa tekanan deadline, beban kerja berlebihan, masalah pribadi, dan ekspektasi sosial merupakan faktor dominan yang mendorong penggunaan jasa joki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik, seperti keinginan mendapatkan nilai tinggi, lebih mendominasi dibanding motivasi intrinsik, seperti keinginan memahami materi. Meskipun jasa joki tugas memberikan solusi jangka pendek, praktik ini mengurangi kesempatan mahasiswa untuk belajar secara mendalam dan menurunkan integritas akademik. Penelitian ini merekomendasikan institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung motivasi intrinsik mahasiswa melalui pengelolaan beban tugas dan penghargaan atas usaha belajar mereka
Strategi Humas Sekolah Swasta Menarik Peserta Didik Baru Ditengah Persaingan Antar Sekolah Pada Era Globalisasi Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 5 No. 2 (2024): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v5i2.576

Abstract

Penelitian ini membahas strategi humas sekolah swasta dalam menarik peserta didik baru di tengah persaingan yang semakin ketat pada era globalisasi. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana humas dari sekolah swasta dapat melakukan promosi sekolah terlebih lagi ditengah persaingan dengan sekolah negeri maupun sekolah swasta lainnya. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan di MTs Raudlatut Tholibin menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas memiliki peran strategis dalam menarik peserta didik baru di sekolah melalui berbagai kegiatan promosi, baik secara langsung maupun melalui media digital. Media sosial menjadi alat utama dalam memperkenalkan sekolah kepada masyarakat, sementara keterlibatan alumni turut berkontribusi dalam meningkatkan daya tarik sekolah. Tantangan utama yang dihadapi adalah persaingan dengan sekolah negeri serta penyebaran informasi negatif yang dapat memengaruhi reputasi sekolah. Namun, peluang besar juga terbuka melalui pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Kesimpulannya, strategi humas yang efektif, berbasis digital dan komunikasi yang terbuka, dapat membantu sekolah swasta bersaing dan menarik minat peserta didik baru.
Optimalisasi Hasil Belajar IPA melalui Metode Pemberian Tugas: Studi Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Glosains: Jurnal Sains Global Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/glosains.v6i2.622

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan dasar berperan penting dalam membangun pemahaman konsep, sikap ilmiah, dan kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Namun, hasil belajar IPA siswa sekolah dasar masih relatif rendah akibat penerapan metode pembelajaran yang kurang melibatkan aktivitas belajar aktif dan visual. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V melalui penerapan metode pemberian tugas berbasis gambar dan soal uraian pada materi harmoni dalam ekosistem. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas V sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Ketuntasan belajar meningkat dari 20% dengan nilai rata-rata 60 pada kondisi awal, menjadi 60% dengan nilai rata-rata 68 pada siklus I, dan mencapai 80% dengan nilai rata-rata 85 pada siklus II. Kesimpulan: Metode pemberian tugas berbasis gambar dan soal uraian efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa sekolah dasar dan mendukung pembelajaran aktif berbasis visual.
Kompetensi Guru dalam Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar: Tantangan dan Strategi Pengembangan Kajian Pustaka Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Edunity Kajian Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026): Edunity: Social and Educational Studies
Publisher : PT Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/edunity.v5i3.510

Abstract

Pendidikan inklusi menekankan pemenuhan hak belajar bagi semua peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun, implementasi pendidikan inklusi di sekolah dasar Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait kesiapan dan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk: mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan guru dalam pendidikan inklusi, mengkaji tantangan yang muncul dalam implementasinya, dan  merumuskan strategi pengembangan kompetensi guru yang efektif. Metode yang digunakan adalah narrative literature review dengan menelusuri 35 artikel ilmiah dari Google Scholar, ERIC, DOAJ, ResearchGate, dan jurnal nasional terakreditasi yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2024. Kriteria inklusi meliputi artikel peer-reviewed yang membahas kompetensi guru, pendidikan inklusi di jenjang sekolah dasar, strategi pembelajaran diferensiatif, dan program pelatihan guru. Analisis dilakukan melalui thematic coding, kategorisasi, dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi: keterbatasan kompetensi pedagogik guru dalam diferensiasi pembelajaran dan asesmen individual, kurangnya pengetahuan profesional mengenai karakteristik ABK, minimnya dukungan fasilitas dan regulasi sekolah, serta lemahnya kolaborasi antar pemangku kepentingan (guru, GPK, orang tua, tenaga ahli). Novelty kajian ini terletak pada kerangka analisis integratif yang menghubungkan tiga dimensi tantangan kompetensi individual, kelembagaan, dan relasional sebagai sistem yang saling terkait. Kontribusi teoritis kajian ini adalah tersedianya model konseptual pengembangan kompetensi guru inklusif yang dapat menjadi referensi bagi peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan pendidikan.
Artificial Intelligence in Sharia Supervision: Legitimacy and Limits of Authority in Indonesia Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 8 (2026): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/3rnsnr15

Abstract

This research was conducted in response to the increasing imbalance between the number of available Sharia Supervisory Board (DPS) members and the number of LKS, which raises critical concerns regarding the effectiveness of sharia supervision. The purpose of this article is to evaluate the legitimacy and scope of authority, as well as the legal-moral accountability, of Artificial Intelligence within Islamic Financial Institutions (LKS) in Indonesia, particularly in the absence of specific regulations under prevailing laws, Financial Services Authority Regulations (POJK), and DSN-MUI fatwas. Methodologically, this study employs a normative-doctrinal legal research approach with an interdisciplinary framework integrating legislative, conceptual, and Islamic jurisprudence methods. The analysis encompasses the principle of mubāḥ in fiqh muāmalah, the doctrine of maqāṣid al-sharīʼah, and the functional position of AI within sharia governance and supervisory accountability. Findings: This study demonstrates that AI-assisted sharia supervision is legally defensible under Islamic law, provided it operates exclusively as a decision-support system (wasīlah) and that full legal and moral accountability for sharia compliance remains vested in the DPS. Policy Recommendations: This study urges the OJK to issue explicit regulatory instruments governing prudential standards, algorithm governance, and legal accountability in AI-assisted sharia supervision, and calls upon the DSN-MUI to issue a dedicated fatwa establishing the ethical framework and normative boundaries for AI application in DPS supervisory functions.
Analysis : From Operational Frameworks to Classical-Keynesian Theoretical Debates Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Journal of Management Economic and Financial Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Management, Economic and Financial
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/jmef.v4i2.197

Abstract

Macroeconomic monetary policy is a key instrument in maintaining economic stability through the control of inflation, interest rates, and money supply. In the theoretical framework, the ideas of John Maynard Keynes emphasize the importance of an active role of monetary authorities in stimulating the economy, particularly during periods of declining aggregate demand. This Keynesian approach is reflected in expansionary monetary policies such as lowering interest rates and increasing liquidity to encourage investment and consumption. In international practice, countries such as the United States through the Federal Reserve and Japan through the Bank of Japan have implemented similar policies, especially during global economic crises, by using both conventional and unconventional instruments such as quantitative easing. However, modern monetary policy is not purely Keynesian, as it combines various approaches to maintain macroeconomic stability. Therefore, macro monetary policy across countries is adaptive and contextual, aiming to ensure financial system stability, support economic growth, and improve public welfare.