Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Erosi Perbankan Independen di Indonesia Melalui Pembiayaan Utang Publik: Kekurangan Regulasi Indonesia Muhammad Permadi; Atin Risnawati
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 4 (2026): Blantika: Multidisciplinary Jornal
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i4.510

Abstract

Kemandirian Bank Indonesia merupakan jaminan hukum dan konstitusional mendasar yang dirancang untuk menjaga stabilitas moneter dan mencegah dominasi fiskal, khususnya selama periode peningkatan utang negara. Artikel ini mengkaji implikasi hukum dari keterlibatan Bank Indonesia yang lebih luas dalam pengelolaan utang negara setelah diberlakukannya Undang-Undang No. 2 Tahun 2020, yang memberi wewenang kepada Bank Indonesia untuk membeli surat berharga pemerintah di pasar primer. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kerangka hukum yang mengatur hubungan fiskal-moneter, menilai implikasinya terhadap kemandirian Bank Indonesia, dan mengidentifikasi celah regulasi dalam sistem hukum Indonesia. Studi ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan hukum, konseptual, dan komparatif. Analisis menunjukkan bahwa legislasi era krisis telah memperkenalkan mekanisme hukum yang secara struktural mengintegrasikan operasi Bank Indonesia ke dalam pembiayaan utang negara, menciptakan inkonsistensi normatif dan meningkatkan risiko dominasi fiskal. Artikel ini berkontribusi pada literatur dengan menunjukkan bahwa kemandirian Bank Indonesia dapat terkikis bukan melalui amandemen hukum formal, tetapi melalui mekanisme hukum yang secara fungsional mengintegrasikan wewenang Bank Indonesia ke dalam pembiayaan fiskal. Oleh karena itu, rekonstruksi hukum (ius constituendum) diperlukan untuk menetapkan batasan hukum yang jelas, memperkuat perlindungan konstitusional, dan menjaga independensi Bank Indonesia.
Improving Science Learning Outcomes Through Audiovisual Media at Grade V SDN 011 Pondok Gelugur Muhammad Permadi
Generasi Vol. 4 No. 1 (2026): Generasi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59784/generasi.v4i1.361

Abstract

Background: The problem that occurs at SD Negeri 011 Pondok Gelugur is the lack of interest and attention of students in participating in learning, so that students' initial learning results do not reach the predetermined KKM limits.Objective: This research is Classroom Action Research (PTK) which aims to determine whether the application of audio-visual media in learning about food digestive organs in humans can improve learning outcomes for class V students at SD Negeri 011 Pondok Gelugur.Method: Classroom action research conducted in 2 cycles consists of four main research components, namely: planning; implementation; data collection; and reflection. The research subjects were class V (Fifth) students with 4 male and 6 female students for the 2024/2025 academic year. Data analysis was conducted using learning mastery percentage. The success indicator was defined as a minimum of 80% of students achieving the KKM score.Results: In cycle I, the learning outcomes of students were known to be 5 students who achieved a score above the KKM with an average class score of 71.5. Furthermore, in cycle II improvement activities, student learning outcomes increased to 9 students achieving scores above the KKM with an average class score of 76.5.Conclusion: The conclusion is that the use of audio-visual media makes learning more interesting and can increase students' interest and learning outcomes in science subjects, and learning objectives can be achieved well as evidenced by the significant increase in student learning outcomes.