Imam Baehaqie
State University of Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fonologi Kontrastif pada Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman Imam Baehaqie; Ananda Rahayu; Naurah Ramadhani
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9078

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai analisis bentuk dan perbandingan fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman sebagai dua bahasa dari rumpun yang berbeda. Analisis ini bertujuan untuk mendeskripsikan bunyi dan mendeskripsikan inventaris bunyi dan mengidentifikasi persamaan serta perbedaan fonologis kedua bahasa tersebut. Analisis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kontrastis. Data diperoleh melalui metode simak, simak bebas libat cakap, dan teknik catat terhadap berbagai sumber pustaka yang membahas fonologi Bahasa Jawa dan Bahasa Jerman. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik lesap untuk mengidentifikasi kontras bunyi secara lebih spesifik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Bahasa Jawa memiliki tujuh vokal, hingga tujuh deretan vokal, sedangkan Bahasa Jerman memiliki panjang-pendek, umlaut (ä, ö, ü),  deretan vokal, dan vokal tiga deret. Perbandingan ini menunjukkan bahwa adanya titik kesulitan pelafalan bagi masyarakat tutur Bahasa Jawa ketika mempelajari Bahasa Jerman.  
Kajian Etnolinguistik Leksikon Tradisi Malam Satu Sura di Surakarta Hana Khairunnisa; Wahyu Rosiana; Imam Baehaqie
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v8i1.9807

Abstract

Penelitian ini mengkaji leksikon dalam tradisi Malam Satu Sura di Surakarta dengan pendekatan etnolinguistik. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana bentuk, struktur, dan makna kultural leksikon yang digunakan dalam tradisi Malam Satu Sura, serta hubungannya dengan pandangan dunia masyarakat Jawa di Surakarta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan struktur leksikon, menganalisis makna kultural dan simbolis, serta mengkaji hubungan leksikon dengan sistem budaya masyarakat Jawa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode padan dan metode agih dalam kerangka teori etnolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 leksikon khas yang diklasifikasikan ke dalam lima kategori: leksikon tokoh/pelaku ritual, leksikon lokasi/tempat ritual, leksikon prosesi ritual, leksikon kelengkapan ritual (sesaji), dan leksikon simbol/atribut ritual. Makna kultural yang terkandung mencerminkan nilai-nilai filosofis Jawa tentang spiritualitas, kesucian, penghormatan terhadap leluhur, dan transformasi diri. Leksikon-leksikon ini merepresentasikan pandangan dunia masyarakat Jawa yang menekankan keselarasan antara mikrokosmos dan makrokosmos dalam kehidupan.